Tentang Keroncong Jathilan (Kronjal) Kraton Ngiyom

  • Whatsapp
Foto: In foto dengan kostum oleh desainer Ngawi Dian Oerip, di lokasi Benteng Pendem, Ngawi. (ist)

PERKUMPULAN LSM Kraton Ngiyom bekerja melalui karya Seni Kejadian Berdampak (Impactful Happening Art) yang memiliki target nyata, perbaikan mutu lingkungan hidup dan kebudayaan.

Untuk itu Kraton Ngiyom menyelenggarakan berbagai bentuk pembaruan Seni Upacara tradisional dengan sasaran khusus wilayah hutan Begal di sekitar dua mata air bernama Sendang Margo dan Sendang Ngiyom. Di bidang kebudayaan, Kraton Ngiyom antara lain berusaha membangkitkan kesenian rakyat lewat berbagai upaya.

Muat Lebih

Salah satu dari upaya ini adalah memroduksi musik Keroncong Jathilan atau Kronjal.

Gagasan dasarnya adalah bagaimana membuat suatu musik yang memiliki tiga ciri yang diharapkan dapat memudahkannya bergaul luas di Abad XXI ini.

Adapun ciri itu adalah, hendaknya musik ini : 1) Seketika dapat dikenali sebagai musik Indonesia ; 2) hendaknya musik ini enak untuk joged; dan 3; hendaknya musik ini bertema kebahagiaan.

Dengan dasar pemikiran seperti itu, Kraton Ngiyom bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi dan satu grup Kerocong amatir di desa Kedunggalar serta Denny Dumbo, musisi perkusi yang banyak berpengalaman di Sirkus Barocknya Sawung Jabo, memproduksi musik yang kami sebut sebagai musik Kronjal.

Tantangan membuat musik Kronjal cukup besar. Kebiasaan musisi keroncong yakni membawakan lagu-lagu orang lain, digedor dengan keharusan menciptakan sendiri.

Keterampilan memainkan alat yang semua tidak pernah dituntut tinggi, dalam latihan-latihan Denny Dumbo, dituntut lebih. Proses kreatif yang asing dibiasakan menjadi kegiatan rutin. Latihan-latihan pengolahan energi dan harmoni batin dilaksanakan dengan berbagai kerja bakti memperindah kawasan Sendang Margo.

Musik ini dikembangkan sejak awal 2019 dan terus giat berlatih dan mencipta untuk menjadi tulang punggung acara pentas seni di Upacara Kebo Ketan, 8-9 November 2019 di Ngawi.

Pada bagian puncak dan akhir Upacara Kebo Ketan, Kronjal akan bekerjasama dengan berbagai bintang untuk membuat klimaks dan katarsis dari upacara itu, pembakaran kerbau jerami raksasa, Sang Mahesa Dahana.

Kerjasama itu dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melatih lagu dan juga Denny Dumbo akan melakukan workshop seminggu sebelum hari H untuk menempatkan setiap bintang tamu yang ingin bergabung.

Sebagai penyemangat dan perumus semangat berkarya kami membuat semboyan: “Roll Over K-Pop!”. (***/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar