Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar, BNPB: 37 Orang Meninggal dan 17 Orang Hilang!

Foto : Kondisi permukiman warga dan sarana publik pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Agam. (dok. BPBD Kabupaten Agam)

JAKARTA – Letusan Gunung Marapi telah memicu bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatra Barat. Pasca letusan, bandang lahar dingin terjadi mengancam keselamatan dan nyawa para penduduk yang berada di sekitar Gunung Marapi.

Sebagai akibatnya, sebagian wilayah Sumatra Barat mengalami dampak yang cukup parah, seperti Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal karena bencana ini mencapai 37 orang dan 17 orang hilang.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., banjir bandang lahar dingin dipicu oleh hujan deras di hulu Gunung Marapi yang memicu aliran lahar menyapu ke bawah.

“Kejadian alam ini terjadi pada Sabtu, 11 Mei 2024 malam dan melanda empat kabupaten, yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang dan Kabupaten Padang Pariaman,” kata Abdul Muhari, dalam keterangannya, Senin, Mei 2024.

Setelah penanganan dan pencarian dilakukan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi mencapai 37 orang dengan rincian di Kabupaten Agam 19 orang, Kabupaten Tanah Datar sembilan orang, Kabupaten Padang Panjang dua orang, Kabupaten Padang Pariaman tujuh orang.

Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat perubahan curah hujan terjadi di wilayah Hulu Gunung Marapi sejak Minggu, 12 Mei 2024, pukul 20.35 WIB.

Hal ini memberikan sinyal bahwa kenaikan risiko bahaya susulan sangat mungkin terjadi. Belum lama ini, Gunung Marapi mengalami letusan yang sama pada akhir April 2024, dengan status Level II atau Waspada.

Atas kondisi yang meningkat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi harus waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang dalam melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

“Upaya pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan untuk menemukan 17 orang yang masih hilang,” ucapnya.

Kejadian bencana Gunung Marapi harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu bersiap menghadapi ancaman bencana alam dan menghindari lokasi yang berpotensi berbahaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *