Berwisata Sambil Belajar, Mengajar dan Berbagi di Badui

oleh -2.995 views
Foto: Berwisata Sambil Belajar Mengajar dan Berbagai. (ist)

JAKARTA – Daerah Banten, dan juga daerah-daerah lain di Nusantara, sesungguhnya memiliki atau mengandung nilai- nilai kearifan lokal sangat kaya yang patut dipelajari dan dijadikan ilmu dasar oleh dunia pendidilan nasional.

Nilai -nilai kearifan lokal itulah yang hingga kini terbukti berperan sangat penting dalam menjaga pertahanan identitas budaya bangsa dari serbuan budaya asing.

Komunitas-komunitas kearifan lokal itu sebagian hingga kini masih eksis meskipun posisinya makin terdesak dan tersembunyi di balik gunung, lembah dan jauh dari jangkauan kehidupan kota.

BACA JUGA BOS:   PKS Pertanyakan Perpres BRIN yang Belum Diundangkan

Itu sebabnya, kami dari kumpulan aktivis lingkungan dan penggiat gerakan peduli literasi dan kearifan lokal dibawah naungan Tangsel Club (TC), mengajak para pendidik, tokoh masyarakat, dan para pejabat publik, untuk ikut berwisata mengunjungi komunitas kasepuhan dan adat di daerah-daerah di seluruh Indonesia dalam sebuah program Traveling, Creative Writing, Teaching, dan Giving, sebuah program yang memadukan antara wisata, edukasi dan pengabdian sosial.

BACA JUGA BOS:   Sultan B. Najamudin: Pelaksanaan Protokol Kesehatan Pada Pilkada Serentak 2020 Tidak Bisa Ditawar
Berwisata Sambil Belajar Mengajar dan Berbagai Poster. (ist)

Program ini sangat kreatif dan inovatif hingga jadwal kunjungan kami ke Desa Warung Banten, Lebak, Privinsi Banten, tanggal 3-4 agustus besok adalah sebuah perjalanan bermakna.

Setiap langkah kaki bisa berarti saat berjalan- jalan wisata ke Desa Adat Warung Banten.

BACA JUGA BOS:   Kemenparekraf Gelar Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020

Di desa yang indah, uniq, menyimpan kekayaan seni budaya, dan nilai-nilai luhur, kita bisa menimba ilmu, sambil mengajar dan berbagi.

Menikmati keindahan pegunungan, sungai, air terjun, hamparan sawah dan bersenang -senang mencicipi kelezatan aneka kuliner khas desa, sembari, bercengkrama, mengajar, dan berbagi buku bersama anak- anak desa. (hiu/gr)