Cegah PHK Masal, DPD Ajak Kaum Buruh dan Pengusaha Perang Lawan Corona

oleh -244 views
Sultan Bachtiar Najamudin

JAKARTA – Hari Buruh Internasional, diperingati setiap 1 Mei. Jika biasanya pada hari buruh yang sering disebut May Day ada aksi demonstrasi, longmars, dan aksi sosial seperti donor darah, maka tahun ini tak ada lagi.

Pasalnya, tahun 2020 adalah tahun terberat bagi pelaku usaha, juga berimbas pada buruh. Tidak sedikit buruh yang harus dirumahkan bahkan kena PHK. Disisi lain, pelaku usaha bertahan di tengah pandemi virus corona juga sulit dilakukan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, kepada wartawan, Jumat (1/5/2020). “Ini hal yang sangat sulit. Tidak hanya di Indonesia, diseluruh dunia merasakan pandemi Corona dan merasakan dampak wabah ini. Aktivitas sosial mandek, ekonomi stagnan yang pada gilirannya gelombang PHK terjadi dimana mana,” ujarnya.

BACA JUGA BOS:   Diplomasi Kopi di era Jokowi Bukan Sekedar Jargon

Hal yang berbeda dalam peringatan hari buruh internasional kali ini, kata Najamudin, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Dan momentum bulan puasa inilah, Ia berharap, semua elemen masyarakat dan kaum buruh bisa mematuhi semua aturan dalam penanganan Covid-19.

“Tentu kita semua berharap agar wabah ini cepat selesai. Kita ingin beraktivitas seperti sedia kala, aktivitas sosial, aktivitas ekonomi seperti sebelum terjadinya pandemi Corona. Kita sadar kejadian force majeure ini diluar kendali kita. Sebuah kondisi yang tidak dapat kita elakan dan harus kita hadapi, kita sikapi bersama,” tandasnya.

BACA JUGA BOS:   Diplomasi Kopi di era Jokowi Bukan Sekedar Jargon

Menurut Senator dari Bengkulu ini, ekonomi di Indonesia bisa berputar kemnali dan gelombang PHK juga bisa cegah. Tidak ada cara lain, Ia mengajak seluruh pengusaha, buruh dan semua elemen masyarakat di Indonesia, bersama-sama memerangi wabah Corona ini.

“Hentikan penyebaran virus Corona, tangani orang yang sudah terjangkit. Patuhi semua himbauan pemerintah, jaga jarak, dan lain lain. Semua ini dilakukan agar wabah ini cepat selesai yang pada gilirannya ekonomi bisa berputar lagi,” urainya.

Semakin lama masalah Corona ini tidak dapat diatasi, maka menurut Mantan CEO Majalah Healt News ini, semakin lama juga ekonomi Indonesia stagnan. “Dan akan semakin banyak juga teman-teman kita yang akan merasakan dampaknya baik itu rasionalisasi karyawan ataupun usahanya gulung tikar,” tandasnya.

BACA JUGA BOS:   Diplomasi Kopi di era Jokowi Bukan Sekedar Jargon

Oleh karenanya, Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menghimbau agar perayaan hari buruh sedunia kali ini, semua elemen bangsa menyamakan tekad untuk bersama-sama menutup penyebaran virus Covid-19.

“Kalau wabah ini cepat berakhir, kita bisa beraktivitas seperti sedia kala, kita ingin ekonomi kembali bergerak sehingga situasi PHK, usaha gulung tikar dan lain sebagainya tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (red)