Lampung Timur Kembangkan Destinasi Taman Wisata Hutan Mangrove

  • Whatsapp
Foto: Chusnunia tanam mangrove. (ist)

Objek wisata yang akan diberi nama Taman Wisata Hutan Mangrove ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti saung dan perahu yang bisa dipakai pengunjung untuk berkeliling

LAMPUNG TIMUR -Kabupaten Lampung Timur mengembangkan kawasan hutan mangrove di pesisir pantai Timur sebagai objek wisata baru. Kawasan hutan yang berfungsi sebagai benteng agar ombak tak mengabrasi pantai itu, kini semakin membaik pasca gerakan penanam magrove yang dilakukan pemerintah daerah tahun 2016 lalu.

Muat Lebih

Pada Rabu, 15 Februari 2017, bertepatan dengan liburan nasional Pilkada, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim bersama Kapolres Lampung Timur, AKBP. Harseno, berwisata ke lokasi hutan mangrove di Desa Purworejo, Kecamatan Pasirsakti, Lampung Timur. Hutan mangrove yang hijau menyambut rombongan di desa yang berbatasan langsung dengan pesisir timur Laut Jawa itu.

Cuaca sedikit mendung. Rombongan disambut Camat Pasir Sakti, Titin Wahyuni, dan masyarakat dari desa setempat. Bupati Chusnunia kemudian meninjau areal penanaman mangrove, menumpang perahu. Mendatangi satu per satu tanaman mangrove muda hasil penanam kembali oleh masyarakat setempat.

Pada Maret 2016 lalu, Chusnunia mengikuti kegiatan Gotong Royong Tanam dan Pelihara Pohon Mangrove di kawasan tersebut. Warga Desa Purworejo, juga desa-desa lain di kawasan pesisir Timur, itu memiliki kegiatan rutin tahunan untuk bergotong royong menanam mangrove. Tradisi itu digelar warga karena kesadaran sendiri mengingat tiap tahun kondisi hutan mangrove terus menyusut.

“Kini hutan mangrove mulai baik. Mangrove muda hasil penanam warga tumbuh dengan baik,” kata Chusnunia Chalim.

Chusnunia mengatakan, pemerintah daerah akan mengembangkan kawasan hutan mangrove di wilayah pesisir timur dari Kabupaten Lampung timur ini sebagai destinasi wisata yang baru. Objek wisata yang akan diberi nama Taman Wisata Hutan Mangrove ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti saung dan perahu yang bisa dipakai pengunjung untuk berkeliling.

“Kita mengapresisasi upaya masyarakat melestarikan hutan mangrove ini dengan mengembangkan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata di Lampung Timur,” kata Chusnunia.

Dengan adanya destinasi wisata ini, Chusnunia berharap masyarakat pemilik perahu mendapat tambahan penghasilan. Kondisi perekonomian masyarakat akan lebih bagus. “Kita akan teruskan tradisi menanam mangrove agar lebih menambah keasrian lokasi wisata,” katanya.

Kapolres Lamtim AKBP Harseno yang juga ikut berkunjung lokasi wisata mangrove, sangat mendukung program pemerintah Lamtim seperti memajukan wisata mangrove. “Kami akan menjamin keamanan para pengunjung di lokasi. Saya akan menempatkan anggota untuk selalu memantau lokasi wisata ini,” katanya. (budi hts/gr)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *