Franky Sibarani : Tidak 100 % Sektor Pariwisata Diberikan Kepada Asing

oleh -599 views
Kawasan Bromo (gr)

KEPALA Badan Koordinasi Penamaan Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, pemerintah tidak akan membuka sektor pariwisata untuk investor asing. Investor pun nantinya akan diberi berbagai kemudahan untuk berinvestasi pada sektor pariwisata di Indonesia.

foto ilustrasi kawasan Bromo (gr)
foto ilustrasi kawasan Bromo (gr)

Franky Sibarani menegaskan, terdapat dua bidang pada sektor pariwisata yang akan ditutup untuk asing. “Tidak semua dibuka, agen perjalanan dan guide akan ditutup untuk asing,” ujar Franky saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Agen perjalanan dan guide akan tetap diberikan sepenuhnya kepada para pelaku usaha pariwisata dalam negeri. Selain karena untuk melindungi pengusaha lokal, kebijakan ini juga disebabkan karena faktor budaya. Pasalnya, pelaku usaha pariwisata dalam negeri tentunya akan lebih mengenal keadaan Indonesia dibanding pihak asing.

Selain sektor pariwisata, lanjut Franky, saat ini pemerintah masih membahas sektor-sektor yang akan dibuka untuk asing. Salah satunya adalah ritel yang saat ini belum masuk ke dalam tahap pembahasan.

“Untuk ritel belum dibahas. Saat ini baru pariwisata,” katanya.

Franky Sibarani menegaskan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang akan diberikan prioritas bagi investor asing. Kedua sektor ini dianggap sebagai sektor vital untuk mendorong perekonomian domestik.

“Pariwisata saya kira secara umum banyak yang lebih terbuka dan ekonomi kreatif juga lebih terbuka. Misal untuk pariwisata, pemerintah akan memberikan bebas visa itu bisa dikaitkan,” ujarnya.

Salah satu bidang pariwisata yang akan dibuka untuk asing adalah pengembangan unit olahraga seperti sepak bola dan tenis. Sebab, sektor olahraga dianggap sebagai salah satu unit bisnis yang sangat menguntungkan karena banyaknya jumlah penonton.

“Pariwisata juga dibuka untuk mendorong investasi olahraga apakah itu sepak bola dan tenis,” bebernya. (gr)