6 Pelukis Pameran di Gedung DPR Untuk Mendorong RUU Penyandang Disabilitas

  • Whatsapp
Foto: Sabar Subadri pelukis yang ikut pameran di Gedung DPR RI. (gr)

TAK bisa dipungkiri jika disabilitas di tengah masyarakat masih sering dipahami sebagai sesuatu kekurangan. Padahal, sebagaimana sering disuarakan oleh para aktivis disabilitas , sebenarnya disabilitas sebenarnya merupakan fenomena sosial dan bukan fenomena medis. Disabilitas hanyalah bentuk perbedaan kemampuan tiap-tiap orang (differently able).

Foto: Sabar Subadri pelukis yang ikut pameran di Gedung DPR RI. (gr)
Foto: Sabar Subadri pelukis yang ikut pameran di Gedung DPR RI. (gr)

Karena pemahaman yang tidak tepat tadi, banyak orang-orang kemudian meragukan kemampuan kaum disabilitas dalam berkarya atau menekuni karir. “Mereka dianggap tidak mungkin memiliki kemampuan produktif. Sayangnya, pemahaman itu tentu saja keliru,” kata Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dalam acara Pameran Lukisan, Pentas Seni, dan Seminar Nasional yang digelar di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (14/3/2016).

Muat Lebih

Dalam acara ini hadir Ketua DPR, Ade Komarudin, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, Sekretaris Jenderal DPR, Winantuningtyastiti. Selain itu, hadir juga Duta Besar Aljazair beserta istrinya.

Pameran dikuti oleh 6 pelukis anggota AMPFA (Association of Mounth and Foot Painting Artist) yang terdiri dari Faisal Rusdi, Sabar Subadri, Muhamad Amanatullah, Salim Harama, Agus Yusuf, Maghrur Rodhi dan Sayang Bagun serta dua pelukis non anggota AMPFA.

Acara tersebut mengangkat tema ‘Membuka Cakrawala dan Aksesabilitas Penyandang Disabilitas’.

Mereka adalah pelukis disabilitas yang karya-karyanya sudah dikoleksi di beberapa mancanegara. Jadi, karya mereka lebih berbicara tentang kualitas dariapda belas.

“Terkait dengan dukungan bagi kehidupan penyandang disabilitas, pemerintah dan DPR saat ini sudah cukup sependapat soal draf RUU Penyandang Disabilitas,” kata Akom sapaan akrab Ketua DPR, Senin (14/3/2016).

Oleh karena itu, lanjut Akom, melalui kegiatan diskusi panel dan pameran pelukis disabilitas yang diprakarsai oleh DPR RI, tidak henti-hentinya terus mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti RUU Disabilitas yang telah diinisasi oleh DPR.

Mengutip data dari Kementerian Sosial, saat ini terdapat sekitar 11,5 juta orang penyandang disabilitas berusia produktif di Indonesia.

Angka ini, menurut dia tergolong besar. Dia mengatakan, DPR terus mendukung seniman khususnya dari kalangan penyandang disabilitas terus berkarya.

“Pameran ini merupakan jembatan strategis yang bisa sarana pengakuan kalau penyandang disabilitas (salah satunya yang berprofesi sebagai seniman) merupakan pekerja industri kreatif, lalu menantang teknik mereka, sehingga karya mereka bisa mendapatkan apresiasi yang lebih luas,” kata dia.

Dia menambahkan, saat ini DPR tengah membahas RUU tentang disabilitas, dan diharapkan RUU ini dapat disahkan April mendatang. Dari Januari 2016 hingga Maret ini, sudah tiga UU dihasilkan DPR.

“Sekarang RUU tentang Disabilitas sedang dibahas dan diharapkan bisa selesai tahun ini. RUU ini merupakan inisiatif dari DPR, mudah-mudahakan April ini (bisa disahkan), setelah reses,” tambah dia.

Pameran lukisan yang digelar hingga 16 Maret itu menghadirkan sekitar 60 buah lukisan dari 15 orang pelukis penyandang disabilitas. Turut hadir dalam peresmian itu, Sekretaris Jenderal MPR, Ma’ruf Cahyono, Sekretaris Jenderal DPR, Winantuningtyastiti, serta sejumlah anggota Komisi VIII DPR. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *