Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan, Kemenparekraf Sosialisasi Protokol Kesehatan

oleh -80 views
Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan, Kemenparekraf Sosialisasi Protokol Kesehatan

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan mengajak industri yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menerapkan dan melakukan pengawasan protokol di tempat usahanya dengan ketat.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar, dalam Webinar bertajuk “Adaptasi Kebiasaan Baru yang Sehat, Aman, dan Produktif Bagi Para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, Senin (6/7/2020), mengatakan penerapan protokol kesehatan oleh pelaku pariwisata bagi pekerja dan wisatawan di destinasi wisata memegang peranan penting dalam upaya mengembalikan kepercayaan publik untuk berkunjung.

“Kita harus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa bersih, sehat, dan aman. Jika kita mengharapkan wisatawan kembali berkunjung ke Indonesia sesuai dengan tren wisatawan saat ini yang memilih tempat yang bersih dan aman dari COVID-19, ini baru bisa terwujud jika tenaga kerjanya juga memahami dan menerapkan prinsip CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environtment) dalam kehidupan sehari-hari dan dalam tugasnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Kurleni.

Turut hadir dalam webinar tersebut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, Wakil Kepala Lembaga Penelitian Biologi Molekuler (Eijkman) Profesor David Handojo Muljono, Co-Founder & Director ALODOKTER Suci Arumsari, serta Medical Marketing Manager ALODOKTER dr. Allert B I Noya.

Kurleni mengatakan, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif telah ditetapkan pemerintah melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). KMK tersebut menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha juga masyarakat, sehingga mutlak diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan, baik wisatawan, pelaku usaha, maupun pekerjanya.

“Kita (pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif) rentan tertular karena pekerjaan kita melayani orang lain. Satu-satunya cara kita mencegah penularan ini adalah dengan menaati protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kurleni juga menyebut saat ini Kemenparekraf/Baparekraf telah memulai upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Terutama destinasi di wilayah yang telah dinyatakan sebagai zona hijau.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mendukung upaya pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan. Yang tentunya penerapan tersebut harus diawali dengan sosialisasi yang baik dan menyeluruh ke seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Jika protokol kesehatan telah berjalan dengan baik, pembukaan destinasi pun harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan destinasi yang berada di zona aman (hijau) dan disertai pengendalian, evaluasi, serta didukung dengan kesiapan tenaga medis.

“Prosedur keamanan di lokasi wisata harus ada pemantauan. Jadi saran kami dari DPR adalah evaluasi itu penting sehingga perpekan dapat dievaluasi,” kata Dede Yusuf.

Ia menyatakan komitmen DPR dalam mendukung Kemenparekraf dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Komisi X DPR RI dikatakannya telah menyetujui usulan penambahan anggaran Kemenparekraf untuk tahun 2021.

Prof. David dari Lembaga Eijkman mengatakan, tidak hanya pemerintah, peran serta dan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan juga memiliki peranan yang kuat. Karena itu ia berharap masyarakat dapat terus mengupdate informasi tentang COVID-19 terutama dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya.

“Cara kita memotong rantai penyebaran, tahap pertama adalah disiplin dengan kebersihan, memakai masker, juga physical/social distancing,” kata Prof. David.

Sementara Suci Arumsari, Co-Founder & Director ALODOKTER, mengatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan dalam berbagai jaringan yang mereka miliki.

“Alodokter akan terus menyosialisasikan protokol kesehatan agar masyarakat mengetahui apa yang terjadi serta bagaimana dan apa yang harus dilakukan bersama dokter ahli di Alodokter,” kata Suci. (red)