‘Sampai Hari Ini’ Tampil di Galeri Indonesia Kaya

  • Whatsapp
Foto: Poster 'Sampai Hari Ini' (ist)

JAKARTA – Enam seniman dengan latar belakang disiplin seni yang berbeda, ditantang untuk bersama-sama mewujudkan pertunjukan kolaborasi lintas disiplin. Acara yang bertajuk “Sampai Hari Ini”, Seniman Pasca-terampil PSBK Goes to Jakarta akan digelar pada 10 November 2017 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Mengambil inspirasi dari bagian pertama Kitab Omong Kosong (Persembahan Kuda), karya Seno Gumira Ajidarma, SAMPAI HARI INI ingin menghadirkan spirit kritis untuk menguji kembali nilai dan berbagai pemahaman tentang kepercayaan, kebenaran, empati, dan cara manusia memaknainya.

Muat Lebih

Memanfaatkan cerita perjalanan hidup Rama dan Shinta yang justru tidak menemukan kebahagiaan setelah mengalahkan Rahwana karena membangun hubungan di atas pondasi kepercayaan yang rapuh, setiap seniman akan mengolahnya sebagai medium refleksi atas praktik keseharian kita dalam memaknai kepercayaan dan cara melihat diri sendiri dan orang lain, serta cara meletakkannya dalam konteks kehidupan di masa sekarang.

Pertunjukan ini melibatkan enam seniman, Ahmad Abdushomad, Andrik Musfalri, Endang Setyaningsih, Galuh Tulus Utama, Hangga Uka Hattameazza Nasqhimenta A.P., dan Rafika Dian Anggraini, yang berasal dari latar belakang disiplin seni yang berbeda (Seni rupa,Teater dan Tari), ditantang untuk bersama-sama mewujudkan pertunjukan kolaborasi lintas disiplin.

Mengambil inspirasi dari bagian pertama Kitab Omong Kosong (Persembahan Kuda), karya Seno Gumira Ajidarma, pertunjukan ini ingin menghadirkan spirit kritis untuk menguji kembali nilai dan berbagai pemahaman tentang kepercayaan, kebenaran, empati, dan cara manusia memaknainya.

Memanfaatkan cerita perjalanan hidup Rama dan Shinta yang justru tidak menemukan kebahagiaan setelah mengalahkan Rahwana karena membangun hubungan di atas pondasi kepercayaan yang rapuh, setiap seniman akan mengolahnya sebagai medium refleksi atas praktik keseharian kita dalam memaknai kepercayaan dan cara melihat diri sendiri dan orang lain, serta cara meletakkannya dalam konteks kehidupan di masa sekarang. (ler/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *