Ponorogo Gelar Festival Internasional Topeng dan Folklore 2019

oleh -825 views
Foto: Poster Festival Internasional Topeng dan Folklore 2019. (ist)

PONOROGO – Festival Internasional Topeng dan Folklore 2019 yang akan digelar mulai Sabtu (27/7/2019) hingga Selasa (30/7/2019) kian mantap.

Kesiapan itu untuk sambut peserta dari 7 negara, yakni Rusia, Korea Selatan, Slovakia, Urbekistan, Ekuador, Mexiko dan Timor Leste ini terungkap saat Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni pimpin rapat pematapan panitia di aula Bappeda, Rabu(24/07/2019).

Selain itu, festival topeng ini juga akan diikuti 15 delelgasi dari beberapa negara dan didukung seniman-seniman topeng dari Kabupaten Boyolali, Surakarta , Madiun, Malang dan juga Pamekasan.

BACA JUGA BOS:   Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara

Masyarakat Ponorogo diharapkan tidak melewatkan acara berkelas internasinal ini, karena akan ada arak-rakan para peserta dengan berjalan kaki sambil menari dengan rute dari depan hotel Gajah Mada hingga ke panggung aloon-aloon Kota Ponorogo.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai memimpin rapat persiapan Festival Topeng Internasional.

“Persiapannya sudah mencapai 90 %, baik panggungnya, hotel, penjemputan delegasi, penyambutan tamu, pengamanann hingga perfomance peserta diatas panggung,” katanya.

BACA JUGA BOS:   Di Bali, Puan Tanam Padi Bareng Petani dan Borong Sayur Mayur

Bupati menyarakan agar Dinas Pariwisata melakukan siaran keliling (mbende) kepada masyarakat Ponorogo agar tidak melewatkan momen berkelas internasional ini.

“Harapannya, Ponorogo lebih dikenal terutama di mancanegara. Peserta dari luar negeri ini tentunya bisa menginformasikannya saat pulang ke negaranya masing-masing.

Kegiatan ini masih dalam rangka membangun pariwisata di Ponorogo. Agar Ponorogo lebih dikenal, setelah dikenal didatangi. Setelah didatangi lalu dicintai,” katanya, (***)

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

BACA JUGA BOS:   Pasca Penonaktifan Rektor, AMP2SU Buka Posko Pengaduan Dugaan Korban KKN Pejabat UIN Sumut