‘Pesta Budaya Njuah-Juah’, Kiat Lestraikan Budaya Pakpak

  • Whatsapp
Foto: Pesta Njua Njua Kab. Dairi 2016. (Tampe Raja Mangaraja Silaban)

Kegiatan yang ditampilakn menyiratkan sejuta makna dalam jiwa  setiap insan yang menghadiri dan menyaksikan ‘Pesta Njuah-Juah’

SIDIKALANG – Pesta Budaya Njuah-Juah, event tahunan yang dilaksanakan Pemerintahan Kab. Dairi setiap tahun dalam rangka membangkitkan, merawat, melestarikan budaya dan tradisi Pakpak Dikab. Dairi.

Muat Lebih

Budaya dan tradisi  merupakan jati diri bangsa yang begitu sakral dan  benteng keberadaban setiap suku dan etnis Bangsa Indonesia. Budaya dan tradisi  adalah martabat bangsa yang tak terjangkau nilai, dan maknanya dalam interaksi kehidupan,   keberagaman suku etnis bangsa Indonesia.

Budaya dan tradisi wajib dan harus kita rawat serta lestarikan menjaga keutuhan moral. Juga sebagai jati diri bangsa untuk mengokohkan kekuatan Bhinneka Tunggal Ika falsafah keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Wujud pelestarian Budaya dan Tradisi, Pemkab. Dairi Sumatera Utara melaksanakan Pesta Budaya Njuah-Juah sejaktanggal 26 – 30 September 2016, pembukaan acara dilaksanakan hari Senin, 26 September 2016 oleh Bupati Dairi KRA.  Jonni Sitohang Adinegoro, di  Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Dairi, Sumatra Utara.

Pesta Budaya Njuah-Juah yang selama diselenggarakan dari tanggal 26 – 30 September 2016 diisi dengan beragam acara, diantara  kirab budaya, malam pegelaran budaya, music art coloboration, tari klosal, karnaval budaya, lomba memasak tradisi, lomba permainan tradisional.

Mulai hari pertama sampai hari terakhir masyarakat Kab. Dairi antusias menghadiri dan menyaksikan gelaran acara demi acara hingga selesai, dimana setiap hari selalu ramai datang menghadiri dan menyaksikan.

Pesta Budaya Njuah-juah berakhir hari Jumat, 30 September 2016 ditutup Bupati Dairi KRA. Jonni  Sitohang  dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Ery Nuradi.  Kedua tokoh tersebut demham aura dan energi yang dapat  membangkitkan  motivasi untuk semakin peduli dan mencitai budaya dan tradisi yang bersinergi dalam kehidupan berbangsa dan bermayarakat.

Kegiatan yang ditampilakn menyiratkan sejuta makna dalam jiwa  setiap insan yang menghadiri dan menyaksikan ‘Pesta Njuah-Juah’ serta menanamkan kerinduan dalam penantian untuk menyaksikannya bulan September 2017 yang akan datang. (gr)

Tulisan: Tampe Raja Mangaraja Silaban

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *