Pesona Suban Air Panas di Rejang Lebong

[dropcap color=”#888″ type=”square”]S[/dropcap]uban Air Panas merupakan objek wisata yang tentunya berfokus pada air panas. Tapi, walaupun namanya air panas, bukan berarti air yang ada di objek wisata ini tak bisa digunakan untuk berendam, justru sebaliknya. Banyak wisatawan yang datang untuk kemari ingin menikmati suasana sembari berendam di air hangat. Tak hanya hal ini yang di tawarkan, masih banyak hal menakjubkan lainnya yang bisa anda temukan ketika mengunjungi tempat wisata Suban Air Panas ini.

Lokasi dari objek wisata Suban Air Panas, berada di Jalan Lintas Curup-Linggau walaupun dari jalan raya ini anda harus masuk ke jalan yang lebih kecil lagi sekitar 1 km. Suban Air Panas berada sekitar 6 km dari kota Curup, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dan sering menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke provinsi Bengkulu.

Untuk menuju tempat wisata ini, anda bisa menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum jika anda berasal dari kota Bengkulu, anda bisa menggunakan bis dengan tujuan curup. Ongkos yang anda keluarkan adalah Rp25.000 dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Setelah tiba di kota Curup, carilah angkot dengan tujuan pasar atas dengan membayar ongkos sebesar Rp2.000.

air terjun suban-curup

Setelah tiba di pasar atas, carilah angkot yang menuju ke Suban dengan membayar ongkos Rp 3.000 kemudian turun di Jalan Lintas Curup-Linggau dan dilanjutkan berjalan kaki sekitar 1 km atau menggunakan ojek dari persimpangan jalan. Jangan khawatir, perjalanan anda menuju Suban Air Panas akan ditemani dengan pemandangan yang menyegarkan mata serta cuaca yang sejuk.

Sedangkan anda yang menggunakan kendaraan pribadi, cukup ikuti saja Jalan Lintas Curup-Linggau dan anda akan menemukan petunjuk jalan dimana anda harus berbelok menuju Suban Air Panas. Tak terlalu sulit untuk menemukannya, karena merupakan objek wisata yang cukup di gemari di Bengkulu.

WISATA

Walaupun lokasi objek wisata yang satu ini berada di luar kota, tetapi pesona yang di tawarkannya tak kalah. Apalagi kabupaten ini dilalui jajaran bukit barisan sehingga menghadirkan bergam wisata alam yang mampu menarik minat pengunjung. Salah satu andalah kota ini adalah Suban Air Panas. Sebuah tempat wisata yang menyediakan beberapa kolam pemandian yang memiliki khasiat yang cukup baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk masuk ke area pemandian, anda akan dikenakan biaya sebesar Rp2.000.

Suban Air Panas yang memiliki luas lahan sebesar 30 Ha ini memiliki beberapa kolam pemandian dimana air hangat tersebut di alirkan melalui pipa-pipa bambu dan dikelilingi oleh area perbukitan sehingga suasana alami sangat terasa ketika anda berendam di kolam pemandian ini. Belum lagi suhu udara di curup yang relatif dingin, sehingga sangat nyaman ketika merasakan hangatnya air yang ada di kolam pemandian ini.

Tak seperti kolam pemandian air hangat pada umumnya, di wilayah Suban Air Panas ini, anda bisa menemukan dua buah air terjun yang akrab disebut air terjun suban. Kedua air terjun ini letaknya terpisah walaupun tak terlalu jauh. Tetapi, untuk memasuki area air terjun ini, anda akan dikenakan lagi biaya sebesar Rp2.000. Tinggi air terjun yang pertama adalah 50 meter dan yang kedua lebih rendah yakni hanya 15 meter. Air terjun ini memiliki suhu air yang dingin, sehingga anda juga bisa merasakan sensasi dinginnya air alami yang ada di objek wisata Suban Air Panas ini.

Suban Air Panas

Hal menarik lainnya dari tempat ini adalah, adanya dua buah peninggalan bernilai sejarah dan juga memiliki legenda tersendiri yang berkembang di masyarakat. Kedua benda peninggalan itu adalah batu megalitikum yang letaknya juga terpisah yakni ‘Batu Tri Sakti’ dan yang kedua adalah ‘Batu Menangis’.

Batu Tri Sakti ini, dipercaya oleh masyarakat memiliki legenda tentang tiga orang hebat yang bernama Sebei Teret, Sebei Tikis dan Sebei Bitan. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ketiga orang ini bisa menolong para pengunjung yang datang, sehingga masih sering dijumpai beberapa orang yang membawa persembahan atau sesajen untuk batu tersebut. Sedangkan Batu Menangis, memiliki legenda bahwa batu tersebut merupakan tempat seorang putri yang bernama Gemercik Emas untuk menangis. Ia menangis karena tidak ingin dijodohkan dengan seorang putra rejang yang bernama Putra Gambir Melang.

Putri ini juga dikenal dengan nama Putri Selangkah karena, tiap ia ingin pergi ke suatu tempat di berbagai arah mata angin, cukup melangkah satu langkah maka ia sudah menghilang dan tiba di tempat tujuannya. Di batu ini juga dulunya sering terlihat mengeluarkan air, hal ini sering dilihat oleh penjaga situs bersejarah ini. Tetapi, saat ini sudah jarang terlihat mengeluarkan air lagi, (Ibnu Umayyah/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *