14 Pedukuhan di Tegaltirto, Sleman Belajar Aksara Jawa

  • Whatsapp
Foto: Belajar Aksara Jawa

Pelatihan menulis dan membaca aksara jawa tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa karena masyarakat saat ini dinilai sudah mulai meninggalkan aksara jawa

SLEMAN – Generasi muda sudah tidak banyak bisa membaca dan menulis aksara jawa. Padahal aksara jawa mempunyai peran penting dalam pengembangan kebudayaan. Untuk itu, sebanyak 14 pedukuhan di Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta akan dilatih menulis dan membaca aksara jawa secara bergantian.

Muat Lebih

Kepala Desa Tegaltirto Susilo Nugroho mengatakan, hal tersebut merupakan tindak lanjut setelah adanya proses kesepakatan MOU kerjasama dengan Lembaga Cahaya Nusantara (Yantra) beberapa waktu yang lalu.

“Bentuk kerjasama sudah kami sepakati untuk berkelanjutan dan dilaksanakan secara kontinyu,” ujarnya, Minggu (18/9/2016).

Dikatakannya pelatihan menulis dan membaca aksara jawa tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa karena masyarakat saat ini dinilai sudah mulai meninggalkan aksara jawa.

Pemerintah desa dalam hal ini akan memberikan fasilitas berupa penyediaan sdm dan tempat untuk pelatihan, kemudian pihak Yantra akan memberikan fasilitas berupa pelatihan dengan kurikulum yang sudah dibuat dan disepakati.

Susilo menambahkan, tujuan diadakan pelatihan tersebut masihlah sama dengan tujuan awal kesepakatan bersama yakni memberikan pembelajaran dan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan aksara jawa baik secara penulisan ataupun secara lisan supaya bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian selain itu, harapannya setelah adanya pelatihan masyarakat di 14 pedukuhan bisa menerapkan ilmu yang sudah di dapat untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat. “Hasilnya nanti setelah pelatihan, ilmu yang didapat akan diterapkan seperti untuk menuliskan nama jalan, nama gedung, nama kantor, petunjuk rumah kades, RT,dan RW akan menggunakan aksara jawa,” katanya.

Selain itu juga untuk dengan menggunakan penulisan aksara jawa dapat digunakan untuk membranding kemasan produk-produk karya UMKM yang ada di desa Tegaltirto.

Sementara untuk pelatihannya masih akan dicari waktunya, pelaksananya tidak serentak namun secara bergiliran satu per satu pedukuhan,” bebernya. (hj/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *