Lomba Agklung Digelar Dalam Festival Seni Budaya Kabupaten Badung, Bali

  • Whatsapp
Foto ilustrasi; Angklung Kebyar. (ist)

Keberadaan Angklung di Badung, hampir di setiap Desa ada, sedangkan di Banjar mungkin masih setengah yang memiliki angklung kira-kira 300 sekaa, dari 545 banjar

BADUNG – Festival Seni Budaya Kabupaten Badung, Bali, yang berlangsung di depan objek wisata Pura Taman Ayun, Kamis (3/11/2016) menampilkan lomba kesenian angklung. Festival bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seniman di daerah itu. Untuk lomba angklung tersebut, akan berlangsung selama tiga hari, 3-4 November 2016.

Muat Lebih

Kepala Dinas Kebudayan Kabupaten Badung, Bali, I B Anom Basma mengatakan, pada hari pertama lomba diwakili sekaa Angklung Kebyar Gita Swastika Desa Adat Tengkulung yang menjadi duta Kuta Selatan dan sekaa Angklung Kebyar Suara Santhi Desa Munggu yang merupakan duta Kecamatan Mengwi.

“Lomba Angklung Kebyar di Kabupaten Badung akan tetap dilombakan pada festival seni budaya Badung, karena kesenian ini menjadi salah satu kesenian yang sering ditampilkan dalam kegiatan ritual Umat Hindu (Pitra Yatnya) yang patut dilestarikan,” ujar Anom Basma.

Ia mengakui, keberadaan seni budaya di Badung sudah menjadi prioritas dari Bupati dan Wakil Bupati (I Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa).

“Keberadaan Angklung di Badung, hampir di setiap Desa ada, sedangkan di Banjar mungkin masih setengah yang memiliki angklung kira-kira 300 sekaa, dari 545 banjar yang ada,” katanya.

Ia mengharapkan, ke depannya semua Banjar di Badung memiliki angklung dan baleganjur, sehingga saat menggelar ritual “pitra yadnya”, desa setempat tidak susah untuk menyewa sekaa angklung.

Sedangkan, untuk seniman dan pelaku seni di Badung, Bupati juga telah membentuk sebuah lembaga yakni Listibiya yang merupakan himpunan dari seniman-seniman di daerah itu untuk ikut dalam pembinaan seni tari dan seni tabuh dalam upaya pelestarian budaya.

Sekaa Angklung Kebyar Gita Swastika mendapat kesempatan tampil pertama dengan membawakan tabuh kekelentangan “Kamoksan”, Tari Oleg Tamulilingan serta Tabuh Kreasi Angklung Kekebyaran “Lancut Kaulu”.

Tidak mau kalah dengan Kuta Selatan, duta Mengwi Sekaa Angklung Kebyar Suara Santhi Desa Munggu menampilkan tabuh kekelentangan “Galang Kangin”, Tari Oleh Tamulilingan dan Tabuh Kreasi Angklung Kekebyaran “Banyu Milir”.

Tim juri yang hadir dalam acara itu yakni I Wayan Suweca, I Nyoman Sudana, I Made Suardika, Cok Istri Putra Padmini dan I Ketut Sriada.

Untuk hari kedua, pada Kamis (3/11) akan tampil Sekaa Angkulng Kebyar duta Kecamatan Abiansemal dengan Kecamatan Petang. Sementara itu, pada hari ketiga, Jumat (4/11) tampil duta Kecamatan Kuta dengan Kuta Utara. (**/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *