Gunung Fatuleu Menawarkan Panorama Indah Dari Ketinggian

  • Whatsapp
Foto: Gunung Fatuleu. (ist)

Gunung Fatuleu telah menjadi destinasi wisata alam yang mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara

JAKARTA – Kawasan Indonesia Timur memilii sejuta pesona wisata alam. Diantaranya, dapat dijelajahi, salah satunya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Muat Lebih

Gunung Fatuleu, misalnya, yang menawarkan panorama indah dari ketinggian. Selain itu, para pecandu adrenalin bisa mengasah kemampuan panjat tebing di Fatuleu.

Gunung karang itu bisa ditempuh dari Oelamasi, Kupang, menggunakan kendaraan roda dua atau empat, selama 1,5 jam.

Selain panjat tebing dan hiking, kini terdapat atraksi baru bagi para wisatawan, yakni berkuda.

Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Kupang Christina Titu Eki mengajak warga Kecamatan Fatuleu Tengah agar mengembangkan bisnis berkuda bagi wisatawan yang berkunjung ke Pegunungan Fatuleu.

“Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam pegunungan Fatuleu, tentu ada pendapatan baru bagi warga di Fatuleu. Seperti menyiapkan kuda bagi wisatawan yang ingin mengelilingi pegunungan itu,” kata Christina di Kupang, belum lama ini.

Ia mengatakan, kawasan pegunungan Fatuleu telah menjadi destinasi wisata alam yang mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Ini peluang bagi warga Fatuleu Tengah untuk mengembangkan bisnis berkuda. Dengan menyiapkan beberapa ekor kuda akan membantu wisatawan untuk menjangkau kawasan pegunungan ini secara total,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa tidak semua pengunjung hobi berkuda, namun minimal sudah ada langkah alternatif bagi wisatawan untuk bisa menjangkau kawasan Gunung Fateleu.

Istri Bupati Kupang Ayub Titu Eki itu, yakin jasa penyewaan kuda bagi wisatawan, bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi bagi warga di Fatuleu.

Gagasan Christina disambut positif oleh tokoh masyarakat Kecamatan Fatuleu Lambertus Paut.

“Bagi kami, gagasan cemerlang seperti ini ikut memacu pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di Fatuleu Tengah, yang selama ini masih tertatih-tatih,” ujarnya.

Saat ini, warga Fatuleu memang sudah memiliki beberapa ekor kuda. Jika peminat wisata berkuda terus bertambah, Lumbertus yakin, usaha tersebut bisa berkembang dan jadi alternatif mata pencaharian di desanya. (ant/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *