Sosok Jaya Arjuna lebih akrab sebagai seorang pemerhati lingkungan hidup. Sebab, sebagai pemerhati lingkungan hidup, Jaya Arjuna sudah berkeliling Asia dalam menjaga lingkungan dunia ini. Ternyata, Jaya Arjuna juga seorang seniman. Antara lingkungan hidup dan seni bagi Jaya Arjuna tidak ada bedanya. Semuanya mengalir seperti air. Maka di kota Medan, Jaya Arjuna pun dikenal sebagai pakar Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU).

Jaya Arjuna yang dilahirkan di Medan, 1953, pertama kali mempublikasikan cerpennya tahun 1073 di Harian Mimbar Umum. Saat itu, ia menggunakan nama samaran D. AR.D Makewa. Jaya Arjuna, lulusan S1 Teknik Mesin USU dan kemudian menyelesaikan S2-nya di Fakultas Sain dan Alam Sekitar di Universiti Putra Malaysia dan kemudian menjadi tenaga pengajar di almamaternya, USU.

Dari perjalanan akademisnya, Jaya Arjuna kemudian mengikuti program belajar pengolahan limbah di Jepang, 1985. Dan pengalaman selama di Jepang itulah yang mengilhami Jaya Arjuna menulis cerpen Kapsul dan kemudian disertakan dalam lomba penulisan cerita pendek harian Suara Pembaruan, 1991, dan kemudin terpilih sebagai cerita pendek terbaik. Pada lomba ini, yang menjadi juri adalah HB Jassin (ketua), Bur Rasuanto (Anggota) dan Satyagraha Hoerip (Anggota).

Antologi Cerpen : Kapsul Api Cinta Shinta, cetakan 1, 2013, diterbitkan oleh penerbit kami (PT Karya Abadi Mitra), Tangerang. Antologi ini, memuat 15 cerita pendek, seperti; Kapsul, Api Cinta Shinta, Hilang Kehilangan, Amerta Wine, Dayus dan Dia, Tikus, Ingkar Janji, Banjir, Sepatu Tua, Kutukan, Poda Na Lima, Sendok Endi Enta, Nilai Tambah, Pecah, Tersangka. Pada antologi ini juga dimuat tulisan Subandindyo Hadiluwih “Epilog: Dari Tikus sampai Kapsul”
jaya arjuna
Beberapa sastrawan nasional memberikan cacatan pada cover belakang antologi ‘Kapsul Api Cinta Shinta’ ini, antara lain Leon Agusta, Korrie Layun Rampan dam Kurniawan Junaedhie. “Hingga kini belum banyak karyawa sastra Indonesia yang mengambil bentuk sastra sience fiction, dalam sejarah cerpen Indonesia. Jaya Arjuna-lah orang yang pertama menulis genre ini secara meyakinkan.

KAPSUL

Cerita pendek “Kapsul” menampilkan euphoria sang pengarang yang mendapat kesempatan berkunjung ke Jepang. Mitos keajaiban teknologi Jepang itu membutanya kakinya di bandara Narita. Ceritanya dimulai kepintaran tokoh “aku” yang berbicara tentang pembuatan kapsul sebagai bagian dari sarana penyelamatan transportasi kereta api yang merayap sepanjang 24 jam di daratan Jepang. Ide pembuatan kapsul itu berasal dari sebuah omong-omong antara tokoh “aku” dengan Kurosaki San. Kepiawaian “aku” sebagai narasumber melemparkan jurus-jurus ide teknologis mampu ditangkap dan diolah Kurosaki San dalam lempung teknologi Jepang. (gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR