Topeng Jigprak Harus Dilestarikan

  • Whatsapp
Foto: Atraksi dalam Seminar Topeng Jigprak. (ist)

BOGOR – Topeng Jigprak lahir pada tahun 1980, letaknya di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kab. Bogor. Hal ini terungkap dalam kegiatan seminar yang digelar di CNN Ciampea Kab. Bogor, Jawa Barat.

“Topeng Jigprak diambil dari tiga unsur Seni Budaya Bogor, yakni seni Nyarungsa, seni Dongeng dan seni Pangabaran. Ketiga unsur seni budaya tersebut pernah ada di Kab. Bogor pada tahun 1838”, Kata Ketua Sanggar sekaligus kreator dan pemilik ide Topeng Jigprak, Rd. Nasan Sujana, Senin (29/7/2019).

Kegiatan Seminar ini dibuka resmi oleh budayawan dan sastrawan Bogor, Rd. Ace Sumanta. Pemangku Majelis Seniman Budayawan ini mengatakan, banyak regulasi yang menjadikan dasar sanggar, kegiatan, maupun menggali dan melestarikan seni budaya yaitu UU No. 5 tahun 2017 yaitu Pemajuan Kebudayaan.

“Tentu saja seni budaya di Jawa Barat sangatlah kaya mulai dari seni tradisional (kearifan lokal, red), sejarah, cagar budaya, olah raga tradisi hingga seni modern. Kekayaan itu patut kita ketahui dan lestarikan dengan benar-benar pemerintah membantu, mendorong, melestarikan, mengembangkan juga membiayai,” kata Ace Sumanta meyakinkan.

Dalam kegiatan seminar tersebut menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya, diantaranya antraksi, debus, teater dan tarian dalam satu paket Topeng Jigprak.

Selain itu ada seni tari jaipongan dari Sanggar Annisa Rumpaka, dan seniman-senimawati motekar berkreasi.

Ketua Panpel dan pengurus Topeng Jigprak Aries Mulyana mengundang banyak pembicara selain Mang Odoy, juga Atang dan kreator lainnya dari Bandung. Terjadi tanya jawab antara pembicara dengan guru, penyair, seniman tradisi dan mahasiswa. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *