JDMU Event Mandiri Tanpa Menggunakan APBD

  • Whatsapp
Foto: Peserta Jakarta Dance Meet Up (reyza nirwan)

JAKARTA – Jakarta Dance Meet Up (JDMU) 2017 menjadi ajang berkumpulnya para seniman tari dalam mengexplore kreativitas. Diusung oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) JDMU menjadi event mandiri tanpa menggunakan APBD DKI Jakarta.

Setelah sukses dengan penyelenggara di bulan Maret dan bulan Agustus, DKJ kembali menggelar perhelatan JDMU edisi ketiga yang akan dimeriahkan oleh Alisa Soelaeman Dance Project, Dance Melayu Bangka Belitung, Indonesia Dance Theatre, Kelompok Insan Pemerhati Seni dan Sanggar Tari Paduraksa Tebet pada tanggal 26 Oktober 2017 di Gedung Kesenian Jakarta.

Muat Lebih

Komite tari DKJ menegaskan, bahwa pengembangan seni tari khususnya di Jakarta tidak bisa dimonopoli oleh satu pihak saja. Memajukan kreatifitas dan apresiasi pada industri tari merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan yang ada di ibu kota tanpa terkecuali. Sehingga perlu adanya kerja bersama yang berkelanjutan untuk terus memberikan wadah seluas-luasnya kepada semua pelaku seni tari yang ingin berkembang.

“Bagi DKJ, komunitas tari, sanggar, sekolah tari informal, atau grup kecil dengan genre tari apa saja memiliki posisi strategis untuk terus menumbuhkan semangat berkreasi sekaligus berekspresi seni tari di masyarakat,” ujar Hartati Ketua Komite Tari DKJ di Taman Ismail Marzuki pada (24/10/2017).

Dengan menjadi wadah bagi seluruh seniman tari JDMU masih belum diberikan kesemptan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah dalam memajukan dan melestarikan seni tari di Jakarta.

“Ini karena regulasi kalo kita dibawah dinas mungkin bisa tidak hibah dan dapat lebih banyak anggaranya, tapi anggaran untuk DKJ selama ini masih otonom ya artinya masih menggunakan dana hibah Pemda Jakarta,” Irawan Karseno Ketua Dewan Kesenian Jakarta.

“Oleh karena itu kami masih terus mendiskusikan dengan Dinas DKI Jakarta agar dapat menunjuk DKJ sebagai dewan kurator untuk seluruh program kesenian di Jakarta,” Irawan Karseno Ketua Dewan Kesenian Jakarta. (Rayza Nirwan/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *