Gala Premiere Film Pesantren, Gus Muhaimin: Saya Terharu dan Bangga

oleh -23 views
Gus Muhaimin setelah menyaksikan gala premiere film Pesantren karya Sutradara Shalahuddin Siregar 

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengaku terkesan sekaligus terharu setelah menyaksikan gala premiere film Pesantren karya Sutradara Shalahuddin Siregar di XXI Epicentrum Jakarta Selatan pada Senin, 01 Agustus 2022.

“Saya benar-benar terharu dan bangga, filmnya orisinil, asli, dan lebih asli lagi (pesantren sebagai objek film) belum berubah seperti waktu saya masih kecil,” kata Gus Muhaimin, Selasa (2/8/2022)

Menurut Gus Muhaimin, banyak pengambilan angle gambar yang sangat orisinil. Bahkan ada kamera tersembunyi yang tidak diketahui santri bahwa sedang diambil gambarnya. Namun ada juga bagian yang memang mengambil background santri, dan aktingnya bagus.

“Ada di sini tidak orangnya? Ada ustad Diding, nah ini kalau menurut saya perlu diupgrade jadi bintang film beneran. Makanya proses syuting begini lama,” ungkapnya.

“Jadi biasanya kalau santri atau ustad di shot itu biasanya agak canggung, ya kalau saya tidak jadi politisi mungkin akan canggung juga. Jadi lugu kalau di shot di depan kamera, tapi tadi benar-banar natura,” imbuh Gus Muhaimin.

Selain angle shoting yang ciamik, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengapresiasi film Pesantren sebab mampu menyuguhkan pesan-pesan, ajaran-ajaran dan juga kajian-kajian yang berkembang di pesantren hingga terekspos dengan sangat bagus.

“Padahal ini film dokumenter, tapi dengan alur yang sangat menarik dan saya serius menilai film ini sangat baik. Harapan saya animo masyarakat melihat secara langsung. Dan saya juga menilai subtitle tadi benar-benar bagus menjelaskan alur film,” tuturnya.

Film yang diproduksi oleh Lola Amaria Production tersebut dinilai Gus Muhaimin mampu menyuguhkan suasana, budaya dan tradisi asli pesantren. Menurutnya film tersebut mampu menyajikan fakta meski pesantren ada dengan banyak keterbatasan fasilitas, namun tetap mampu melahirkan manusia yang berkarakter dan punya kemauan belajar yang tinggi.

“Tekad santri untuk belajar di film ini betul-betul kuat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Ya begitulah kehidupan pesantren meski dengan banyak keterbatasan fasilitas,” tutur Gus Muhaimin.

“Film ini luar biasa bagus, penggarapannya matang dan tentu santri-santri sangat bangga sekaligus kita semua ikut bangga. Film ini patut ditonton oleh semua lapisan, semua kalangan, dan tentu para pengambil kebijakan di dunia pendidikan untuk menjadi inspirasi bahwa pesantren di Indonesia adalah pilar yang membentuk karakter kita dan masyarakat bangsa dan negara,” sambung dia.

Keponakan Gus Dur ini menyatakan, Pesantren tumbub dan berkembang pesat di seantero Indonsia. “(Jumlahnya) bukan hanya ratusan ribu, tapi mungkin sudah jutaan pesantren kecil-kecil tumbuh di mana-manax Dan ternyata juga sampai hari ini, makanya saya banyak melihat dengan keterbatasan perlu memberikan perhatian serius,” tukas sang Panglima Santri. (gardo)