Desa Pujon Kidul, Malang Gelar Sarasehan Industri Kreatif dan Wisata Alam

  • Whatsapp
Foto: Pemandangan Cafe Sawah di Kab. Malang. (ist)

Strategi pengembangan desa wisata dapat dilakukan dengan merevitalisasi nilai budaya asli desa seperti dolanan bocah dan upacara adat
MALANG – Sebagai desa wisata yang mulai berkembang Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur, telah berhasil merintis beberapa sektor pariwisata dengan memanfaatkan potensi alam yang ada didesa tersebut. Salah satu bentuk wisata yang sudah berjalan yakni, Adanya Cafe Sawah. Cafe tersebut berada di area Joglo Tani, dengan hamparan swah yang luas, ada nya cafe sawah ini juga tidak lepas dari hasil kreatifitas Pemerintah Desa Pujon Kidul beserta warganya.

Konsep dengan perpadukan alam tersebut memiliki latar belakang landkep pemandangan persawahan yang luas sehingga nampak indah ketika kita berada di cafee sawahan.

Muat Lebih

“Banyak wisatawan luar kota yang datang ke Cafe ini, untuk melepas lelah setelah perjalanan jauh maupun sekedar selfie bersama keluarga” Jelas salah petugas cafee sawahan, Kamis (23/2/2017).

Untuk memaksimalkan potensi wisata, Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko mengadakan acara sarasehan yang bertemakan ‘Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Memperkuat Daya Dukung Desa Wisata’ yang digelar Senin (20/2/2017). Sedangkan tempat yang dipilih untuk sarasehan yaitu Cafe Sawah.

Sarasehan yang diadakan tersebut, juga salah satu bentuk edukasi dan motivasi masyarakat, sehingga para peserta yang datang terlihat antusias. “sekitar lima puluh orang kader penggerak wisata Desa Pujon Kidul juga meramaikan di bawah pimpinan Bapak Samsul Hadi” saat wartawan Gapuranews.com mewancarai nya.

Sarasehan itu juga dihadiri narasumber berasal dari tim Gerakan Pemuda Desa Mandiri (GARDA SANDI) yaitu Cokro Wibowo Sumarsono, selaku pegiat wisata dan kebudayaan yang digelutinya.

Foto: Sarasehan Industri Kreatif dan Wisata Alam di desa Pujon Kidul Malang. (al)

Orang yang akrab dipanggil Kang Cokro mengatakan, bahwa strategi pengembangan desa wisata dapat dilakukan dengan merevitalisasi nilai budaya asli desa seperti dolanan bocah dan upacara adat. “Selain itu kerajinan tangan berbasis hasil alam desa juga layak untuk dikembangkan” Jelas Cokro.

Tak kalah menarik, selain caffe sawahan dengan hamparan sawah yang khas dengan pertanian dan perkebunan di Pujon Kidul tersebut, juga menyuguhkan sebuah kampung Markisa. Salah satu bentuk wisata baru yang digagas oleh warga desa Pujon Kidul atas sokongan keras Udi Hartoko selaku Kepala Desa setempat.

“Kampung Markisa ini menambah destinasi baru bersama kerjakeras warga, untuk menambah daya tarik pengunjung datang ke wisata kampung markisa Pujon Kidul” tambah Udi yang juga menjadi salah satu narasumber dalam sarasehan tersebut.

Kepala Desa Pujon Kidul menambahkan, mengenai pembukaan lahan wisata dan kebudayaan tersebut adalah salah satu bentuk untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, melalui pembukaan obyek-obyek wisata baru, sehingga dalam menggali pontensi Udi Hatoko selalu mendorong semua warganya.

“Saya mengajak semua pihak warga mengebangkan bersama sama, agar pembangunan desa wisata bisa terintegrasi serta dapat dinikmati oleh semua warga Pujon Kidul,” katanya.

Acara dpun ditutup dengan beragam suguhan kopi dari hasil racikan ala Cafee Sawahan. (Al/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *