RI-Swedia Membangun Kemitraan antara Lembaga Pendidikan dan Industri

oleh -193 views
Kemitraan dalam Membangun Link-and-Match antara Pendidikan dan Industri

STOCKHOLM – Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Swedia di Jakarta, dan didukung oleh KBRI Stockholm, telah menyelenggarakan Diskusi Virtual bertema track 1.5 RI-Swedia: “Kemitraan dalam Membangun Link-and-Match antara Pendidikan dan Industri”, Kamis (24/9/2020).

Diskusi ini utamanya membahas best practices mengenai kemitraan antara pemerintah-akademisi-swasta dalam mendukung penciptaan sumber daya manusia unggul dan terciptanya link-and-match antara industri dan universitas.

Diskusi dibuka dengan Keynote Speech oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu, Ngurah Swajaya. “Diskusi ini sangat timely dimana aspek pengembangan SDM merupakan salah satu fokus utama Pemerintah RI. Diharapkan agar diskusi ini dapat lebih mengelaborasi konsep triple helix dimana fokus kerja sama antara pemerintah, industri, dan universitas dapat mendorong terwujudnya link-and-match antara pendidikan dan industri.” ujar Ngurah. 

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Marina Berg dan Keynote Speech Menteri Perindustrian RI yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Industri, Eko S.A. Cahyanto. “Industri harus didukung oleh SDM yang mumpuni, untuk itu Kemenperin telah membuat program pengembangan SDM industri yang antara lain memusatkan kepada sertifikasi, pelatihan, dan link-and-match antara pendidikan dan industri.” ujar Eko.

BACA JUGA BOS:   Maknai Hari Pahlawan, Dubes Kama: Mahasiswa, Pahlawan Masa Depan Indonesia

Bertindak sebagai salah satu pembicara adalah Duta Besar RI (designate) Untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo. “Swedia memiliki fondasi penerapan triple helix yang sangat kuat. Dari sisi Pemerintah, Swedia memiliki institusi VINNOVA yang mendukung inovator baru dalam sektor industri kecil dan menengah untuk masuk pasar dan go global. Dari sisi industri, perusahaan-perusahaan Swedia aktif berkolaborasi dengan universitas dalam sektor R&D pada ide dan produk baru. Sedangkan dari sisi universitas, aktif mengimplementasikan pembelajaran yang berfokus pada teori dan praktek, menanamkan budaya pengajaran interaktif, pemikiran inovatif mencari solusi baru, dan menumbuhkan kewiraswastaan mahasiswa.” ujar Kama.

BACA JUGA BOS:   Maknai Hari Pahlawan, Dubes Kama: Mahasiswa, Pahlawan Masa Depan Indonesia

“Kemitraan dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapai inovasi yang berkelanjutan. Diharapkan dalam masa yang akan datang, kerjasama RI-Swedia dalam triple helix dapat terus ditingkatkan.” tambah Kama.

Selain itu, 3 orang diaspora dan mahasiswa Indonesia di Swedia, yaitu Dr. Basuki Priyanto, dr. Gusti Adintya Putri, dan Ketua PPI Swedia, Annusyirvan Ahmad Fatoni yang turut berbagi pengalaman mengenai belajar dan bekerja di Swedia/Perusahaan Swedia. Dr. Basuki sendiri merupakan seorang peneliti dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang komunikasi nirkabel dengan lebih dari 150 hak paten atas namanya. “Swedia adalah negara yang memiliki sistem yang baik dengan work-life balance yang sangat baik. Kultur kerja utama di Swedia adalah flat hierarchy, tepat waktu, pemisahan antara work and private life, menghindari konflik dan kompetisi dan mengutamakan team-work, dan Lagom, yaitu hidup yang sederhana dan minim tekanan sosial.” ujar Basuki.

BACA JUGA BOS:   Maknai Hari Pahlawan, Dubes Kama: Mahasiswa, Pahlawan Masa Depan Indonesia

Adapun pembicara lain dalam diskusi adalah Trade and Investment Commissioner, Business Sweden Jakarta, Erik Odar; wakil dari Politeknik Citra Widya Edukasi, Ahmad Mahfud; wakil dari ITS Surabaya, Dr. Eng. Dhany Arifianto; Vice President Ericsson Indonesia, Ronni Nurman; dan wakil dari PT. SKF Industrial Indonesia, Kelik Adi. Kegiatan diskusi sendiri dimoderatori oleh Direktur Eropa 2 Kemlu RI, Hendra Halim.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga penandatanganan MoU Kerja Sama antara PT. SKF  (Swedish: Svenska Kullagerfabriken) Industrial Indonesia dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi. Selain itu juga diumumkan mengenai kemitraan industri dan lembaga pendidikan yaitu SKF Training Ecosystem dan soft launching Portal Sweden-Indonesia Connect oleh Kedubes Swedia. (red)