Indonesia Butuh APD dan Insinerator

oleh -245 views
Bincang Virtual bersama WNI di Swedia dan Latvia

STOCKHOLM – KBRI Stockholm telah mengadakan Bincang Virtual bersama WNI di Swedia dan Latvia. Vicon juga dihadiri oleh WNI di Indonesia dan negara Eropa lainnya, Kamis (30/4/2020) waktu setempat.

Diskusi bertujuan untuk memberikan perkembangan terkini terkait Covid-19 dan kebijakan Pemerintah bagi WNI di Swedia dan Latvia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah dr. Fuadi Darwis, Anggota Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga Mr. Andre Nilsson dari Business Sweden di Jakarta.

Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro dalam kegiatan tersebut menyampaikan mengenai kerja sama Indonesia dan Swedia dalam bantuan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Baru saja kemarin Perusahaan Astra Zeneca dari Swedia menyumbangkan masker wajah bagi Pemprov Jawa Barat. Masih banyak lagi perusahaan Swedia yang siap membantu Indonesia” ujar Dubes Bagas.

Andre Nillson menambahkan bahwa perusahaan Swedia lain juga sudah siap membantu penanganan Covid-19 di Indonesia, seperti IKEA dan H&M. “Tidak hanya bantuan berupa alat, tapi juga peningkatan kapasitas bagi tenaga medis dengan media webinar secara online” tutur Andre.

Fuadi Darwis dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada dalam masa tanggap darurat akibat pandemi Covid-19 dan masih membutuhkan banyak bantuan. “Terutama adalah APD dan juga insinerator untuk limbah yang berbahaya. Bayangkan saja sekarang berapa banyak APD bekas pakai yang harus dihancurkan. Kita butuh insinerator yang khusus untuk limbah-limbah infectious dan berbahaya tersebut” ujar Fuadi.

Dalam tanggapannya, Andre menyatakan bahwa Swedia memiliki teknologi waste to energy yang mumpuni. “Saya yakin teknologi itu juga bisa dimodifikasi untuk menjadi insinerator bagi limbah-limbah berbahaya tadi” tambah Andre.

Keadaan terakhir hingga tanggal 30 April 2020 mengenai Covid-19 di Swedia adalah sebanyak 20.302 orang terinfeksi dengan korban meninggal sebanyak 2.462 orang dan di Latvia sebanyak 858 orang terinfeksi dengan korban meninggal sebanyak 15 orang di Latvia.

Kegiatan “Bincang Virtual” ini direncanakan akan terus diadakan secara rutin, sebagai salah satu upaya KBRI Stockholm untuk terus menjangkau dan bersilaturahmi dengan WNI di Swedia dan Latvia pada masa pandemi Covid-19. (ril/red)