Hari Batik Nasional di Lapangan Merah, Moskow

  • Whatsapp
Susana Hari Batik Nasional di Lapangan Merah, Moskow. (ist)

MOSKOW -Semarak Hari Batik Nasional tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di Moskow. Staf KBRI Moskow dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Moskow turut berpakaian batik di Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2019.

Untuk menyemarakan Hari Batik Nasional, para staf KBRI Moskow, termasuk Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengunjungi Lapangan Merah untuk berjalan berkeliling sejenak dan berfoto-foto.

Aksi ini juga sebagai bagian dari upaya memperkenalkan batik kepada masyarakat setempat.

Aksi yang dilakukan para staf KBRI Moskow dengan mengenakan batik bermacam corak dan warna bagaikan sedang ‘peragaan busana batik’ dan menjadi perhatian, tidak hanya warga Rusia, tetapi wisatawan asing lainnya di sekitar Lapangan Merah.

Di antara pengunjung ada yang turut mengabadikan aksi ini dengan telepon pintarnya dan bahkan berfoto bersama.

Suhu udara yang agak dingin sekitar 12 derajat Celsius menjelang musim dingin tidak menyurutkan niat dan semangat staf KBRI Moskow untuk berpakaian batik di Hari Batik Nasional. Sementara itu, para pengunjung Lapangan Merah tampak mengenakan jaket atau pakaian hangat lainnya.

Dubes Wahid mengatakan batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi pada sidang UNESCO sepuluh tahun yang lalu di Abu Dhabi.

Kebetulan pada saat itu Dubes Wahid mejabat sebagai Dubes RI untuk United Arab Emirates (UAE) dan diberi kesempatan untuk menyampaikan pidatonya.

Panitia Hari Batik Nasional di Lapangan Merah, Moskow (ist)

Dubes Wahid mengajak masyarakat Indonesia termasuk yang tinggal di Moskow perlu menjaga dan melestarikan batik. Selain itu, batik juga perlu dipomosikan ke dunia internasional, tidak terkecuali di Rusia.

Menurut Dubes Wahid, batik semakin dikenal di Rusia terlebih setelah empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia di Moskow dan batik menjadi tema sentral setiap segmen fashion pada festival tersebut.

Dubes menggandeng salah satu designer terkenal Indonesia, Ferry Sunarto, untuk selalu menampilkan motif batik yang dapat dipadu dengan motif kain tradisioal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sejumlah UKM Indonesia juga memamerkan produk-produk batik. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *