Di Tengah Penanganan Covid-19, Bupati Dairi Pastikan Pengerjaan Layanan Publik Tetap Jalan

oleh -1.072 views

SIDIKALANG – Meski di tengah kesibukannya sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Dairi, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu terus memantau berbagai pelayanan publik di wilayahnya agar jangan sampai lengah memberikan pelayanan kepada masyarakat Dairi.

Salah satu yang dilakukannya, dengan turun langsung untuk memeriksa dan melakukan pengecekan ke lapangan terkait pengerjaan jalan nasional berupa Preservasi Jalan Jembatan batas Provinsi Aceh – kota Sidikalang – Panji – batas Kabupaten Samosir dan Jalan dalam Kota Sidikalang di salah satu titik lokasi pengerjaan di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Senin (13/4/2020) yakni jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Humbang Hasundutan yang saat ini sedang dikerjakan. Ia ingin memastikan agar pengerjaan jalan nasional itu bisa terlaksanan dengan baik dan selesai sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan kegiatan pengerjaan berupa perbaikan jalan dan pelebaran jalan yakni Preservasi Jalan Jembatan batas Provinsi Aceh – kota Sidikalang – Panji – batas Kabupaten Samosir dan Jalan dalam Kota Sidikalangini menggunakan dana APBN dari Pusat melalui Kementrian PUPR.

“Usulan pengerjaan perbaikan jalan ini kami ajukan ke Kementrian PUPR tidak lama setelah kami dilantik tepatnya di bulan Mei tahun lalu yang kemudian disetujui dan saat ini pembangunan jalan sedang berlangsung dan direalisasikan oleh satuan kerja (satker.red) terkait yang melibatkan tingkat PUPR Pusat, PUPR Provinsi dan PUPR Kabupaten,” ujar Eddy Berutu, Selasa (14/4/2020)

Bupati Dairi, Eddy Berutu berharap dengan adanya perbaikan dan pelebaran jalan tersebut dapat mengurangi resiko kecelakaan lalulintas serta meningkatkan perekonomian yang secara tidak langsung mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dairi. Ketiga, memastikan arus logistik antar kabupaten lancar, terlebih perbaikan dan pelebaran jalan ini adalah salah satu akses menuju Bandara Internasonal Silangit yang berada di kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Tapanuli Utara.

Tidak hanya itu, Bupati Dairi Eddy Berutu menambahkan perbaikan dan pelebaran jalan tentu akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Dairi, dimana pelebaran jalan dan perbaikan jalan ini adalah salah satu akses ke salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasioanl (KSPN)  Danau toba.

Di lokasi pengerjaan, Bupati Dairi Eddy Berutu juga menghimbau kepada para pekerja agar memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana yang selalu dihimbau oleh pihak pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19 serta sama-sama menjaga pola hidup sehat di lapangan kerja agar para pekerja bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan lancar.        

Sementara itu perwakilan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, Diki Pasaribu mengatakan proyek revitalisasi jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan  kabupaten lainnya dan perbaikan serta pelebaran jalan yang menghubungkan antar provinsi ini yakni Preservasi Jalan Jembatan batas Provinsi Aceh – kota Sidikalang – Panji – batas Kabupaten Samosir dan Jalan dalam Kota Sidikalang ini adalah salah satu program pemerintah untuk menjadikan jalan Nasional yang ada di daerah ini menjadi jalan yang standart. 
Ia menjelaskan dalam pengerjaan ini ada sebanyak lima titik atau segmen pelebaran jalan  yagn dimulai dari Simpang Tiga Sitinjo sampai Kecamatan Parbuluan yagn merupakan perbatasan Kabupaten Samosir sepanjang 7,15 km. Adapun nilai kontrak pengerjaan total Rp 48 milyar.
“Untuk pengerjaannya sudah dimulai sejak tanggal 14 Februari 2020. Untuk reservasi jalan dan diharapakan dapat selesai pada Bulan Desember 2020 mendatang. Sementara untuk pelebaran jalan ini akan berakhir pada Bulan Oktober 2020 sesuai dengan target yang harus diselesaikan,“ jelasnya.

Terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi kerja, ia menyampaikan para pekerja rutin di lakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pekerja dan kepada orang yang akan masuk ke wilayah proyek pengerjaan jalan. (martin)