Bulfest VII 2019 Tampil Beda

  • Whatsapp
Foto: Buleleng Festival VII 2019 dibuka resmi. (ist)

BULELENG – ‘Buleleng Festival’ kembali digelar untuk ke-7 kalinya. Untuk tahun ini, ada perbedaan, yakni digelarnya Workshop Gong Kebyar yang baru pertama kali digelar pada ajang Buleleng Festival tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng, Gede Komang di sela-sela pembukaan Buleleng Festival (Bulfest) VII tahun 2019 di Areal Tugu Singa Ambara Raja, Selasa (6/8/2019).

Gede Komang menjelaskan dalam Bulfest 2019, mengangkat Gong Kebyar dari dauh enjung dan dangin enjung untuk diparadekan di zona B atau di Sasana Budaya dengan masing-masing seniman dan tarinya.

Selain parade, baru pada Bulfest kali ini diadakan Workshop Seni dan Budaya. Dari tahun-tahun sebelumnya belum ada Workshop seni dan budaya.

“Oleh karena itu, pada tahun ini digelar parade dan juga workshop gong kebyar,” jelasnya.

Parade dan workshop ini juga merupakan harapan dari seniman yang berasal dari Kabupaten Buleleng. Dengan workshop ini, Pemkab Buleleng ingin kembali mengangkat gong kebyar dangin enjung dan dauh enjung.

Berdasarkan saran dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, bagaimana membangkitkan pengetahuan masyarakat tentang gong kebyar khas Buleleng. “Khususnya yang menggunakan gong pacek,” ujar Gede Komang.

Bupati Agus Suradnyana pun mengatakan gelaran Bulfest kali ini beriringan dengan momentum pembangunan shortcut Singaraja-Denpasar.

Dengan begitu, Buleleng telah siap dengan semuanya. Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan budaya bisa dielaborasi dengan kesenian serta kuliner. Hal tersebut ditunjukkan pada Bulfest yang terdapat seni, budaya dan juga stan kuliner. “Banyak sekali yang bisa kita tampilkan untuk mempromosikan pariwisata di Buleleng,” ujarnya.

Dirinya menambahkan hal yang paling penting adalah Bulfest ini memberikan rasa kebersamaan bagi warga Buleleng. Selama ini, Buleleng terkenal dengan image keras dan sering ribut. Namun, beberapa tahun belakangan ini Buleleng aman dan tentram. Buleleng terus berbenah dalam bidang adat istiadat, kultur dan budaya.

“Salah satunya dengan Buleleng Festival ini. Kita siap menghadapi persaingan pariwisata dengan atraksi yang ada,” Agus Suradnyana. (**/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *