Angklung Awali Pertemuan Tahunan Women’s International Club New Delhi di Kedubes RI

  • Whatsapp
Permainan Angklung Memeriahkan Pertemuan Tahunan Women’s International Club New Delhi di Kedubes RI. (ist)

NEW DELHI – Auditorium Hasanuddin, Kedutaan Besar Republik Indonesia sore itu, Rabu (18/9/2019) dipadati lebih kurang 150 tamu undangan dari para anggota yang tergabung dalam Women’s International Club (WIC) New Delhi yang hadir dalam rangka perayaan tahun emas berdirinya organisasi tersebut.

WIC merupakan organisasi wanita Internasional yang prestigius dimana keanggotaannya terdiri dari berbagai wanita dari kalangan professional, akademisi, istri para pejabat pemerintahan, pengusaha India, serta dari kalangan ekspatriat dan diplomat. Selain merayakan 50 tahun berdirinya WIC, KBRI New Delhi selaku tuan rumah juga sekaligus turut memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan India yang jatuh pada tahun ini.

Dalam pidato sambutannya, Dewi Ratna Suryodipuro, istri Duta Besar RI untuk India dan Bhutan mengisahkan tentang hubungan Presiden RI pertama, Sukarno dengan Perdana Menteri India pertama, Jawaharlal Nehru yang sangat dekat terjalin pada masa-masa kedua negara memperjuangkan kemerdekaan.

Sebagai cerminan kedekatan dan persahabatan yang erat, Presiden RI pertama, Sukarno mendapat kehormatan sebagai Chief Guest pertama yang hadir pada peringatan Republic Day India pada Januari 1950. Hal tersebut juga ditunjukkan dengan slide dokumentasi Sukarno ketika menjadi tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik India yang pertama.

Dalam rangka memperingati kedua momen penting tersebut, KBRI New Delhi mempersembahkan pertunjukkan angklung sekaligus memperkenalkan alat musik dari bambu tersebut kepada para undangan sebagai misi mempromosikan salah satu budaya Indonesia.

“Selain batik, angklung juga merupakan salah satu identitas budaya Indonesia yang diakui UNESCO pada tahun 2010. Untuk mengenal lebih jauh mengenai angklung, kami telah mengundang pemusik angklung dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, saudara Wildan Qodaris yang akan menghibur kita sebentar lagi,” ujar Dewi yang disambut dengan tepuk tangan antusias dari para undangan.

Mengawali pertunjukkan angklung, para tamu dihibur dengan penampilan lagu bertajuk 500 miles yang dibawakan oleh tim angklung Dharma Wanita Persatuan KBRI New Delhi yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukkan angklung oleh saudara Wildan.

Para tamu dihibur dengan suguhan alunan lagu Kuch Kuch Hota Hai, Es Lilin, Sajojo, Apuse, Yamko Rambe Yamko, dan beberapa lagu lainnya. Tidak hanya dihibur, para undangan juga kemudian mendapatkan kursus singkat secara interaktif untuk memainkan angklung yang dipandu oleh saudara Wildan untuk memainkan lagu India Tum Hi Ho dan I have a dream.

Pertemuan WIC dan Workshop Angklung ini dihadiri oleh tamu undangan dari India dan negara-negara sahabat yang tergabung dalam WIC, hadir pula diantaranya: istri Duta Besar Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, China, Rusia, Hungaria, Bangladesh, dan Ekuador. Dr. Dakshina Gamanpilla, Presiden dari club bergengsi tersebut, dalam sambutannya mengapresiasi anggota WIC dan peran para wanita di seluruh dunia yang memberikan kontribusi sangat berharga, baik kepada keluarga maupun terhadap bidangnya masing-masing.

Peran wanita sejalan dengan filosofi angklung, yakni peran seorang ibu untuk selalu membimbing anak-anaknya, dimana bagian angklung yang besar mencerminkan seorang Ibu, sementara bagian yang kecil menggambarkan anaknya.

Diakhir acara para tamu disuguhkan sajian makanan khas Indonesia antara lain: gado-gado, risoles, lemper isi serundeng, kue bugis, kue lapis padan, bakwan atau pakora versi India, sate ayam, dan lain-lain.

Varsha, satu di antara sepuluh tamu undangan yang berhasil memenangkan kuis, mengaku merasa senang dapat membawa pulang kain batik sebagai hadiah setelah menjawab dengan benar pertanyaan seputar hubungan bilateral Indonesia – India.

Menurut Dr. Veena Hora, salah satu anggota WIC, pertemuan kali ini merupakan pertemuan yang paling menarik dan terbaik sepanjang kegiatan WIC yang pernah diikutinya.

“Saya sangat terhibur dan terkesan oleh karena dapat memainkan angklung yang cukup unik tersebut, serta berkesempatan mencicipi makanan Indonesia. Saya berharap dapat berkunjung kembali ke rumah Indonesia pada kesempatan kegiatan WIC lainnya di masa mendatang,” katanya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *