SATU lagi pantai di sekitar Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara berkemas diri untuk sambut para wisataan lokal maupun mancanegara. Pantai yang berjarak  kurang-lebih  500 meter dari pusat kota Pantai Cermin itu, dinamakan “Pantai Pasir Patuh”.

pantai pasir putih pantai cermin-3

Perintis dan pengelola Pantai Pasir Putih, Baizuri mengatakan, bahwa pembangunan fasilitas masih sekitar 30%. Meski begitu, Bazuri yakin dalam waktu tak lama lagi semua fasilitas seperti saung dan pondokan buat bermalam serta pantai yang bersih serta jemabatan untuk mancing akan bisa dinikmati para wisatawan.

“Saat ini kami sedang melakukan pembenahan. Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi, semua fasilitas bisa dinimati wisatawan,” kata Bazuri meyakinkan.

Rencananya, sepanjang 100 m pantai akan ada minimal 30 pondokan, serta terdapat dua katin san satu panggung hiburan serta satu jembatan ke laut.

“Konsep kami, semuanya akan menggunakan bahan tradisional, yakni bambu. Tujuannya agar, wisatawan benar-benar menikmati alam tradisional, seperti berada di tahun 60-an,” kata Bazuri.

Baizuri
Bazuri (gardo)

Bazuri kini berjuang sendiri, namun ia tidak putus asa. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Dapil Sumatera Utara, Rijal Sirait ketika kunjungan kerjanya ke Pantai Cermin menyambut positif gagasan asli Anak Pantai Cermin, Bazuri.

“Kita sambut baik, generasi muda lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, seperi yang digagas Bazuri ini,” kata Rijal Sirat.

WISATA PANTAI CERMIN

Sekitar awal tahun 60 sampai 80an awal, Pantai Cermin memang asik untuk liburan wisata keluarga yang murah meriah bagi masyarakat Medan Sumatera Utara. Sebab kawasan itu masih asri, bersih dan pondokannya tidak sebanyak sekarang ini.

Pantai Cermin, dinamakan cermin karena kalau pada siang hari dan matahari terik pasir pantai dapat memantulkan cahaya kecil-kecil dari matahari seperti cermin oleh karena itu pantai ini diberi nama pantai cermin. Banyak wisata air yang dapat dilakukan di pantai ini, seperti banana boat, speed boat, sampai berenang di pinggir pantai. Untuk banana boat pengunjung dapat membayar sejumlah Rp, 30.000 per orang.

Tak hanya itu disepanjang pinggir pantai juga terdapat gubuk-gubuk yang terbuat dari rotan dan bambu untuk memanjakan wisatawan agar bisa bersantai, mengobrol, memandang pantai, bahkan melepas penat. Namun sayang, kawsab itu, kini penuh sesak tak terawat dengan baik.

Tempat ini juga mempunyai Water Park dan area bermain, pengunjung dapat membayar Rp. 80.000. Keluarga yang datang bersama anak-anak bisa di sana bisa membahagiakan anak-anak karena disediakan tempat bermain untuk anak-anak.

Meski begitu, dimasa jayanya, Pantai Cermin punya cerita sendiri. Sebab, tidak lengkap datang ke Medan, kalau tidak mampir ke Pantai Cermain. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR