Wisata Religi Manaqib Qubro Istiqlal Diserbu Puluhan Ribu Jamaah

  • Whatsapp
Foto ilustrasi: Mesjid Istiqlal Jakarta. (ist)

LANGKAH Menpar Arief Yahya untuk membuka keran wisata religi ke Indonesia direspon positif. Puluhan ribu muslim hadiri wisata religi Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (21/2). Semua khusyuk mengikuti acara yang disokong penuh Kementerian Pariwisata itu.

Foto ilustrasi: Mesjid Istiqlal Jakarta. (ist)
Foto ilustrasi: Mesjid Istiqlal Jakarta. (ist)

Ya, sejak Minggu (21/2) subuh, Masjid Istiqlal benar-benar dipenuhi puluhan ribu orang. Ada yang datang dari wilayah Priangan Timur seperti wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sumedang, Subang dan Bandung, Rombongan ini menggunakan berbagai bus. Semua berbaur, saling berdesakan, mengantri hanya untuk mendapatkan air wudlu dan beristirahat sejenak dengan rangkaian sholat sunat, menunggu datangnya Adzan Shubuh.

Muat Lebih

Kepadatan itu belum berakhir. Menjelang pagi hari, warga Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Palembang juga ikut masuk ke Istiqlal. Itu belum termasuk jamaah asal Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapore. Mereka seolah begitu bersemangat, sehingga tak mempedulikan berbagai antrian di semua area.

“Masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan dari wisata religi. Mudah-mudahan even wisata religi di DKI Jakarta bisa menjadi prioritas unggulan yang dapat menyumbangkan pergerakan pariwisata di Jakarta dan sekitarnya. Dengan begitu akan terbangun citra positif bagi pariwisata DKI Jakarta yang tidak hanya menyajikan wisata yang bersifatentertainment, rekreatif dan hingar-bingar semata, tetapi dapat menjadi destinasi unggulan wisata religi. Khususnya Masjid Istiqlal Jakarta,” jelas Menpar Arief Yahya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2016).

Menurut Arief Yahya, pergerakan wisata religi berdampak sangat baik bagi perekonomian. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi
kenaikan hingga 165 persen perjalanan wisata yang didasarkan pada wisata religi. Dan yang lebih penting lagi, wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia.

Ada beberapa penceramah yang tampil di Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal. Antara lain pendiri sekaligus sesepuh Ponpes Sirnarasa, Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Al Maslul alias Abah Gaos, Ketua Yayasan Ponpes Sirnarasa, KH Dadang Mulyawan yang tak lain menantu dari Abah Gaos, dan penceramah kondang KH Jujun Junaedi.

KH Jujun Junaedi mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri menjadi bangsa yang siap memenangkan persaingan di pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita jangan cuma jadi pasar atau jadi tempat pemasaran produk bangsa-bangsa lain di era MEA. Kita harus jadi bangsa yang pintar dan produktif agar tidak jadi penonton,” kata penceramah yang kerap tampil di layar kaca itu. (aza/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *