Warga Minta Lampu Jalan Umum Keluarhan Sijambi, Tanjungbalai Asaha Diperbaiki

oleh -41 views
Lampu jalan yang mati di Desa Sijambi, Tanjungbalai Asahan

TANJUNGBALAI – Tujuh Tiang lampu penerangan Jalan Umum (LPJU) yang yang tidak hidup ataupun tidak berfungsi sudah sebulan di lingkungan III KM 7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai, Sumatera Utara dikeluhkan Warga dan para pengguna jalan. Mereka berharap lampu jalan tersebut segera diperbaiki.

Rahmat Marpaung (38) Warga Setempat menjelaskan kepada awak media pada selasa siang (16/2/21) di warungnya, tujuh tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang Gapura memasuki selamat datang Kota Tanjungbalai sudah sebulan lebih tidak hidup. Atas matinya lampu jalan ini membuat jualan saya dan orang tua sepi dari pembeli.

“Saya sangat berharap kepada Dinas PUPR Kota Tanjungbalai dapat memperbaiki lampu jalan yang rusak ini. Setiap malam warung makan kami sepi dari pembeli. Karena anggapan mereka warung kami tidak bukak karena jalan yg mereka lintasi gelap gulita” jelasnya.

Rahmat menambahkan, seharusnya Dinas PUPR bisa respon cepat mencarikan solusi atas matinya lampu jalan ini. Karena daerah sekitaran ini adalah icon awal untuk memasuki pintu Gapura selamat datang di Kota Tanjungbalai. Dalam artian seluruh tamu penting Pemerintah Kota Tanjungbalai akan melewati gapura ini sebelum melihat wilayah inti kota.

“Saya selaku warga turut berkecil hati jika Icon Utama memasuki Gapura selamat Datang kota Tanjungbalai gelap gulita penerangan lampu jalan umum(LPJU). Maka sangat tidak berkesan bagi para tamu penting Pemko harus melawati jalan ini, dengan keadaan dengan suasana gelap tanpa penerangan” ungkapnya.

Sementara itu Mia (20) pengguna jalan, merasa was-was saat melintasi jalan disepanjang KM 7 memasuki Gapura selamat datang Kota Tanjungbalai ini. Matinya tujuh tiang lampu jalan ini, akan memunculkan tindakan kejahatan dan rawan kecelakaan.

“Jika lampu jalan ini tidak diperbaiki, maka akan membuat para pelaku tindak kejahatan, lebih leluasa melancarkan aksinya. Hal ini, dikarenakan mereka akan lebih mudah mengelabui target sasaran karena wajah mereka tidak jelas terlihat karena gelap”.Tuturnya

“Bukan hanya memunculkan tindak kejahatan seperti begal. Tidak hidupnya tujuh tiang lampu penerangan di jalan sepanjang KM 7, akan juga menyebabkan rawan kecelakaan. Apalagi lagi infomasi yang saya dengar dua minggu yang lalu telah terjadi dugaan kecelakaan di simpang Gapura selamat datang di Kota Tanjungbalai ini. Saya berharap Pihak Dinas Terkait segera memperbaiki lampu penerangan jalan Umum ini yang mati. Agar setiap pengguna jalan tidak merasa was-was saat melintas” Pungkasnya.

Sementara itu Windy Octora Siregar Kabid Pertamanan dan Kelistrrikan(LPJU) tidak berada ditempat saat awak media mendatangi kantor Dinas PUPR pada selasa 16/2/21 untuk dimintai keterangan. (gus)