Walikota Medan Apresiasi Dengan ‘Ajang Film Anak Muda Medan’ Sambut Hari Film Nasional

  • Whatsapp
Foto: Peserta Ajang Film Anak Muda Medan (ist)

WALIKOTA Medan Drs H.T.Dzulmi Eldin,S,MSi menegaskan, pihaknya sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Komunitas Film Anak Medan ‘Senyum Production’ pimpinan Baharuddin Saputra,SH saat memperingati Hari Film Nasional ke 66 tahun 2016.

Foto: Peserta Ajang Film Anak Muda Medan (ist)
Foto: Peserta Ajang Film Anak Muda Medan (ist)

Acara yang dikemas dalam  ‘Ajang Film Anak Muda Medan’ menggelar nonton bareng Film Horor pertama karya anak Medan “The Deepest” Sutradara Emart Nugroho dan Onet Adithya Rizlan.

Muat Lebih

“Saya bangga Para pekerja Film Kota Medan mengingat sejarah perfilman Nasional. Medan merupakan gudang orang film yang mengembangkan dunia sinematografi, tercatat ada sejumlah nama aktor Nasional yang terkenal berasal dari Kota Medan. Teruslah berkarya”. Ujar Eldin.

Penegasan itu disampaikan Walikota dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Drs Hasan Basri,MM, ikut nonton bareng bersama sang istri yang juga aktris teater asal Langkat.

Pada bagian lain disebutkan, sejalan perkembangan zaman, produksi perfilman karya anak Medan terus bermunculan. Pihaknya akan bekerjasama dengan Komunitas Film seperti Parfi, Parsi dan komunitas film anak Medan serta menuangkannya dalam program kegiatan Dewan Kesenian Medan pada komite Film/Sinematografi.

Hasan Basri menambahkan kesannya, setelah nonton film ‘The Deepest’ yang bertema horor namun ilmiah. Film itu menggambarkan seolah di kota Medan telah ada Monster yang memangsa manusia, akibat terkontaminasi dengan berbagai zat kimia yang dikonsumsi dari berbagai makanan atau obat-obatan terlarang. Diasumsikan dalam cerita itu berjatuhan korban, sehingga Dokter dan Polisi bekerjasama mencari tahu hingga mengungkapnya.

Menurut Hasan, peran Pandu yang menjadi monster dimainkan oleh Budi Johra, Kenia oleh Rica Restella, Dokter oleh dr. Daniael Irawan, Polisi oleh Baharuddin Saputra, serta aktor dan aktris lainnya, telah berusaha memainkan peran karakternya masing masing dengan baik.
“Saya menikmati film ini, jadi teringat masa muda pernah juga belajar acting, jadi kalau ada produksi film lagi, bolehlah kita dukung”, ujar Hasan Basri serius.

Sebelumnya Bahar selaku penggagas acara ini, menyampaikan ucapan terima kasih Kepada Walikota Medan dan Kapolresta Medan Kombes Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto,Sik,Mhum, serta seluruh komunitas film, Parfi dan Parsi yag telah mendukung sehingga acara berlangsung sukses.

“Sejarah film kota Medan merupakan catatan penting karena mantan Walikota Agus Salim Rangkuti adalah aktor yang menjadi pemeran utama film monumental ‘Buaya Deli’. Kemudian Tokoh masyarakat Sumut Bapak H. Anif juga aktor film yang berperan sebagai Belanda dalam film’Butet’. Kemudian, AR. Qamar, Arifin King, Zatako, D.Rifai Harahap, Adisyam Tahak, Donny Sutrisno dan yang lainnya, adalah nama nama yang mesti menjadi semangat untuk berkarya bagi anak muda masa kini. Sejumlah nama generasi berikutnya juga meramaikan dunia film dan Sinetron. Berdasarkan itu , saya berani menghimpun pekerja film untuk bangkit dan tersenyum”, ujar Bahar.

Siang itu juga di putar film anak anak ‘Sepotong pisang Goreng’ karya Ebart Nugroho dan ‘Sang Kurier’ film laga karya Robby Saputra.

Acara yang dipandu oleh Loly S.Rumasoreng dimeriahkan oleh Band Ziyad CS dan pergelaran tari dari Elcis Productin pimpinan Sri KNA.

Disebutkan, sengaja Bahar memilih acara film ini di Taman Budaya Sumut, sebab gedung pertunjukan ini menjadi kawah candera dimuka tempat dia dan kawan kawan menimba ilmu dan mentas sejak tahun 1980 bergabung dengan Teater Perlajar Taman Budaya Medan.

Semoga kedepan Gedung pertunjukan ini mendapat perhatian untuk di renovasi menjadi gedung Kesenian yang modern dan menjadi kebanggaan bersama warga kota Medan.

Acara diakhiri dengan penyerahan pemenang lomba acting juara 1 Fahrudin Zakaria, Juara 2 Aliza dan juara 3 Faisal Arief. Untuk lomba poster film sebagai juara 1 “Sang Kurier” dan juara 2 Í Saw You” keduanya diboyong Komunitas film Yang Penting Skill, sedangkan juara 3 “BANDAL” komunitas Film RUFI (Rumah Film). (rl/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *