Update Corona 14 April, 4.839 Positif dan Sembuh 426 Orang

oleh -370 views
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Foto BNPB

JAKARTA – Juru Bicara Khusus Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif virus corona atau covid-19 ada penambahan 282 kasus baru, sehingga total kasus pasien positif corona sebanyak 4.839 orang.

Sedangkan pasien positif yang dinyatakan sembuh dari virus corona di Indonesia bertambah 46 orang, per Selasa (14/4/2020). Sehingga total pasien sembuh kini berjumlah 426 pasien.

“Kasus sembuh bertambah sebanyak 46 orang. Kalau kita lihat distribusi di DKI sembuh 163 orang, jatim 76 orang, Jawa Barat 23 orang, Sulawesi Selatan 33 orang, jumlah ini terus bertambah, ” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (14/4/2020)

Semua data pasien Corona Covid-19 tersebut dikumpulkan dari Senin 13 April pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Jumlah korban positif corona terus meningkat. Tercatat pada hari ini, Senin (13/4/2020), pasien corona covid-19 bertambah 316 kasus. Sehingga total yang positif mencapai 4.557 orang.

“Pada pemeriksaan hari ini bertambah 316 kasus, sehingga totalnya 4.557,” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Covid-19 Achmad Yurianto melalui konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta Timur, Senin (13/4/2020).

Sedangkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Corona Covid-19 bertambah 21 orang. Sehingga jumlah akumulatifnya sebanyak 380 orang.

Untuk pasien meninggal dunia karena terinfeksi Corona covid-19 pada hari ini ada 26 orang. Dengan begitu, jumlah akumulatif keseluruhan sampai hari ini adalah 399 orang.

Menurut Yurianto, pasien yang meninggal dunia dikarenakan juga memiliki penyakit menahun bawaan dan rentang usianya di atas 50 tahun.

“Yang terpaksa meninggal sampai dengan hari ini ada 399 orang. Sebagiann besar yang meninggal ini usianya di atas 50 tahun. Mereka memiliki penyakit bawaan, misalnya tekanan darah tinggi yang sudah bertahun-tahun, diabetes atau kencing manis, penyakit paru-paru yang kronis, asma, bronkitis, dan TBC,” kata Yurianto. (red)