Tren Wisatawan ke Kulonprogo Bergeser Dari Pantai ke Pengunungan

  • Whatsapp
Foto ilustrasi: Kulonprogo Kalibiru Yogyakarta (ist)

TREN wisatawan ke kawasan Kulonprogo merubah dari pantai kini cederung ke kawasan pengungan yang sejuk. Meski begitu, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Kulonprogo selama beberapa waktu terkahir cenderung meningkat.

Foto ilustrasi: Kulonprogo Kalibiru Yogyakarta (ist)
Foto ilustrasi: Kulonprogo Kalibiru Yogyakarta (ist)

Peningkatan pengunjung terjadi di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh warga setempat di kawasan utara Kulonprogo.

Muat Lebih

Sebelumnya, wisatawan paling banyak mengunjungi kawasan Pantai Glagah di Temon, Kulonprogo. Namun, pada masa libur Lebaran lalu terbukti bahwa jumlah pengunjung di kawasan utara mengalami peningkatan pesat.

Kepala Seksi Objek dan Sarana Prasarana Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga(Disparpora) Kulonprogo, Kuat Tri Utomo mengatakan, bahwa objek wisata di daerah utara kini lebih ramai pengunjung.

“Libur Lebaran kali ini Glagah agak mengecewakan, trennya sedang berubah,” katany, Selasa (19/7/2016).

Objek wisata kawasan selatan yang didominasi pantai kini sedang kurang diminati pengunjung. Sebaliknya, objek wisata di daerah utara yang mengedepankan suasana sejuk dan pemandanagan khas pegunungan sedang menjadi favorit.

Wisatawan masa kini juga cenderung mencari objek wisata yang menarik untuk didokumentasikan dan kemudian dibagikan melalui media sosial.

Adapun, selain Kalibiru, kawasan utara kini juga dilengkapi dengan sejumlah objek foto menarik seperti Bukit Pethu dan Taman Bambu Air yang berada di kawasan Waduk Sermo.

Selama 4 hari liburan, Pantai Glagah hanya mampu menjaring sekitar 52.069 pengunjung. Jumlah ini lebih sedikit dari target kunjungan sebanyak 60.000 wisatawan.

Sementara itu, Kalibiru, salah satu objek wisata andalan di Pegunungan Menoreh bahkan harus menutup antrean pengunjung sejak tengah hari karena padatanya pengunjung yang datang.

Meski demikian, secara keseluruhan, Kuat menganggap bahwa pariwisata Kulonprogo berkembang ke arah yang positif. Pasalnya, objek wisata di daerah utara yang lebih banyak dikembangkan oleh masyarakat setempat membuktikan bahwa kesadaran SDM terkait lebih baik. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *