Teater Kontemporer ‘Rekonstruksi Esok dalam Tubuh Sumatera’

  • Whatsapp
Foto: Latihan teater kontemporor jelang Medan Contemporary Arts Festival 2016. (ist)

Pementasan Teater Kontemporer ini sebagai proses kreatif menolak ‘sama’ dari karya-karya teater sebelumnya dengan semangat avant garde yang revolusioner dalam konsep

MEDAN – MCAF #3 (Medan Contemporary Arts Festival #3) merupakan wadah bagi pekarya idealis untuk membangun budaya kritis dalam mengangkat persoalan masyarakat melalui karya seni. MCAF sudah tiga kali berlangsung dan pada tahun 2016 ini merupakan angenda kedua setealah pada bulan april kemaren sudah menyelenggarakan Tari Kontemporer.

Muat Lebih

Maka pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016 ini, MCAF akan mengekspresikan pertunjukan Teater Kontemporer di pentas halaman Taman Budaya Sumatera Utara.. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi, yakni pada pukul 15.00 dengan pertunjukan teater bagi pelajar dan pada pukul 19.30 dengan pertunjukan teater bagi umum ungkap Ojax Manalu selaku Direktur MCAF

“Pementasan Teater Kontemporer ini sebagai proses kreatif menolak ‘sama’ dari karya-karya teater sebelumnya dengan semangat avant garde yang revolusioner dalam konsep, bentuk, media, dan cara penyajian.” Ujar Agus Susilo, selaku pekarya asal Sumatera Utara, Rabu (5/10/2016).

Dengan mengangkat tema ‘Rekonstruksi Esok dalam Tubuh Sumatera’, diharapkan dapat menghasilkan karya yang menggugah penonton dalam menyikapi persoalan yang terjadi di Sumatera. Selain itu, dapat menjadi ekspresi seni yang mengajarkan warisan leluhur yang tidak pernah hilang yakni swadaya dan gotong royong. Oleh karena itu, penggagas bermaksud bahwa rekonstruksi esok yang dimaksudkan adalah sebuah upaya penataan ulang paradigma, sikap dan pandangan hidup terhadap prinsip-prinsip kemajuan pembangunan negara bangsa di dalam pusaran arus kekinian.

Adapun pekarya-pekarya teater yang terlibat dalam pementasan adalah Masngo (Jambi), Hasan (Palembang), Siska Aprisia (Padang Panjang), Husin(Pekanbaru), Rasyidin(Aceh), Agus Susilo (Deli Serdang) dan Lukan Hakim Siagian (Medan). Pada 1 Oktober 2016, seluruh pekarya telah berkumpul di Kota Medan untuk melakukan proses latihan dan diskusi demi mempersiapkan kelancaran dari acara ini.

Masing-masing pekarya memiliki karya seni yang berbeda, lalu mengarap bersama sebuah karya. Harapan pekarya setelah pementasan di Taman Budaya Sumut, karya ini akan dipentaskan di 5 Provinsi asal pekarya teater yang menjadi peserta Proses Kreatif Karya Bersama Teater Kontemporer ‘Rekonstruksi Esok Dalam Tubuh Sumatera’. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *