Tater Keliling Pentaskan ‘Jas Merah Dari Pulau Jawa’ ke Pelosok Pulau Jawa

Foto: Poster Jas Merah Dari Pulau Jawa. (ist)

TEATER Keliling tetap terus berkarya meski terus berkeliling. Dengan reportoar ‘Jas Merah Dari Pulau Jawa’ Teater Keliling manggung di 8 kota pulau Jawa. Sebelumnya, ‘Jas Merah Dari Pulau Jawa’ telah dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya (GIK) tahun lalu.

Foto: Poster Jas Merah Dari Pulau Jawa. (ist)
Foto: Poster Jas Merah Dari Pulau Jawa. (ist)

Ketua Yayasan Teater Keliling Dofry Inda Suri mengatakan baru kali ini pementasannya digelar besar-besaran di delapan kota di Indonesia. “Kami berharap penonton yang menyaksikan dapat menikmati dan mengambil nilai positif dari pementasan yang kami sajikan,” katanya, Rabu (20/4/2016).

Bacaan Lainnya

Lewat generasi muda pecinta teater, harapannya agat mereka mencintai bangsanya. “Ceritanya yang unik dan tema nasionalisme, sangat dekat dengan keseharian kita,” ungkap Dofry, Rabu (20/4/2016).

Dengan jadwal 12 April 2016, Gedung HPR-PGRI Cintaratu, Pangandaran, 14 April 2016, Aula Dekanat Lt. 3 Gedung C Universitas Soedirman, Purwokerto, 16 April 2016, SKB (Komplek Kantor Dinas Pendidikan Kab. Pati), 18 April 2016, Auditorium Universitas Muria Kudus, Tanggal 20 April 2016, Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, l 22 April 2016, Gedung C Lt.3 Auditorium Universitas Pekalongan, l 25 April 2016, Pusat Studi Bahasa Jepang FIB Universitas Padjadjaran, Jatinangor dan 26 April 2016, Aula Barat Institut Teknologi Bandung.

SINOPSIS

‘Jas Merah dari Pulau Jawa’ menceritakan tentang reuni tiga anak muda yaitu, Komer, Koor dan Patty yang sudah lama tidak berjumpa. Disana mereka saling memamerkan gaya hidup masing-masing seperti Komer yang haus dengan konsumerisme Barat, Koor yang kaya raya dengan hasil korupsi dan Patty yang selalu berkoar seakan menghina bangsa sendiri tapi tidak berbuat apapun untuk memperbaiki bangsa ini.
Kesombongan ketiganya memunculkan tiga pahlawan dari Jawa yang secara imaginer muncul untuk mempertanyakan arti dari pengorbanan mereka untuk kemerdekaan. Keadaan ibu Pertiwi yang saat ini sedang sekarat karena ulah generasi bangsanya membuat ketiga anak muda itu sadar untuk berbuat sesuatu dalam mengisi kemerdekaan.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian mengatakan Teater Keliling selalu memberikan penampilan yang unik dan kesempatan bagi para penonton untuk dapat berkolaborasi di pementasan. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *