Tanggal Delapanbelas TBSU Angkat Barang

oleh -112 views
Taman Buduaya Sumatera Utara

MEDAN – Taman Budaya Sumut dipastikan akan pindah kantor.  Dari beralamat di jalan Perintis Kemerdekaan nomor 33, pindah ke Tapian Daya di Jalan Gatot Subroto.  Pengangkutan barang-barang akan dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2020.

Hal ini dikatakan Kepala UPT TBSU, Rahmat Saputra Harahap,  saat dihubungi Sabtu (8/8/2020).

“Iya benar kita akan pindah ke Tapian Daya atau PRSU.  Pengangkutan barang-barang yang penting-penting dulu sudah kita lakukan sejak hari kamis kemarin.  Tetapi nanti tanggal delapan belas pengangkutan resminya, ” ujar Rahmat.

Rahmat juga menjelaskan,  perpindahan ini sama sekali tidak ada unsur-unsur politiknya.  Kata Rahmat ini dilakukan demi kebaikan seniman yang menginginkan kondisi taman budaya yang lebih baik dan yang lebih representatif.

“Kita pindah ini semata-mata ingin berbuat yang lebih baik lagi untuk seniman. Sebab kalau di sini (TBSU, red)  kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab,  ini bukan tanah kita, ” kata Rahmat.

Masih kata Rahmat,  pihaknya masih akan merawat taman budaya sampai segala sesuatu tentang penyerahan gedung dilakukan secara resmi. “Sementara itu kita masih tetap merawat tbsu.  Seniman pun masih bisa mentas di sini. Petugas pun masih kita tinggal sekitar tujuh sampai duabelas oranglah, ” kata Rahmat.

Sementara itu,  seniman Suyadi San mengatakan akan mengawal terus penyerahan fasilitas TBSU dari Pemprovsu ke Pemkot Medan.  Sebab seperti dikatakan Plt Walikota Medan,  Akhyar Nasution,  TBSU tidak akan dirubah fungsinya.  TBSU akan tetap menjadi pusat kegiatan kesenian di Medan yang nantinya bernama,  Medan Art Centre

“Saat ini kita sudah berembuk dengan seniman untuk mengawal perpindahan TBSU di Tapian daya dan juga TBSU yang akan menjadi milik penuh Pemko Medan.  Dalam waktu dekat kita akan audensi ke DPRD Medan dan Sumut,” kata Suyadi San,  koordinator Urun Rembug Seniman Medan,” ujarnya.

Seperti diketahui,  Tapian Daya saat ini masih belum memadai untuk satu kegiatan kesenian. Sebab gedung pertunjukan sama sekali tidak ada.  Jikapun ada baru open stage yang ada di sana.

“Oleh karenanya mohon bantuan seniman agar kita cepat membangun gedung kesenian yang representatif secepatnya, ” tandas Rahmat. 

Sementara itu,  seniman teater Budi AU mengatakan mengingat eks gedung TBSU mempunyai nilai sejarah yang cukup panjang,  maka setelah nantinya dikelola Pemko Medan,  fungsi tetap menjadi ruang kesenian dan kebudayaan. Sebab,   Medan ,  sebagai salah satu kota metropolitan mempunyai syarat yakni gedung pertunjukan yang representatif,  sebagai ruang publik.

“Medan juga sebagai ibu kota Prov.Sumatera Utara, sudah sepantasnya menjadi sentral kebudayaan, yang tentunnya harus memiliki pasilitas gedung kesenian dan kebudayaan yg mempuni. Krn itu eks gedung TBSU masih layak menjadi sentral kesenian dan kebudayaan, karena letaknya persis dekat dengan pusat kota Medan, yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan dan tak jauh dengan Lapangan Merdeka Medan,” pungkasnya.  (red)