Serunya Ngariung ala Sunda di Belanda

  • Whatsapp
Pameran kebudayan Sunda melalui prosesi adat pernikahan. (ist)

BELANDA – Siapa yang tidak mengenal budaya Sunda di Indonesia? Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang menjunjung tinggi sopan santun dan sangat menghormati orang tua. Nilai sopan santun dicerminkan dengan karakter masyarakatnya yang ramah tamah, murah senyum dan lemah lembut. Tidak hanya itu, Sunda juga dikenal dengan kekayaan kuliner dan keseniannya.

Dalam rangka melestarikan kebudayaan Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag menyelenggarakan sebuah pameran kebudayan Sunda melalui prosesi adat pernikahan. KBRI Den Haag menjadikan pasangan suami istri seorang pengusaha Indonesia dan suaminya yang WN Belanda sebagai model dalam kegiatan tersebut.

Promosi kebudayaan yang dibalut dalam pernikahan adat ini merupakan kegiatan promosi kebudayaan pertama yang dilaksanakan selama KBRI Den Haag berdiri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika acara ini mampu menarik antusiasme tinggi masyarakat Belanda dan perwakilan banyak negara yang berada di Belanda.

Meskipun terik matahari menemani prosesi pernikahan hari ini, hal ini tidak mengurangi keseruan para tamu untuk saling bersosialisasi satu sama lain dan menyaksikan seluruh prosesi pernikahan adat sunda yang disajikan. Para tamu bahkan sangat antusias dalam menjawab pertanyaan seputar Indonesia pada sesi kuis.

Pernikahan dan pameran kebudayaan ini diselenggarakan di Wisma Duta Besar Indonesia, di Kerkeboslaan 2, Wassenaar pada hari Sabtu, 29 Juni 2019 pukul 17.00 waktu setempat. Hajatan ini dihadiri oleh ratusan tamu undangan termasuk perwakilan dari 25 Kedutaan Besar yang berada di Belanda. Melalui kegiatan ini, ragam kebudayaan Sunda mulai dari tari tradisional hingga kuliner khas Sunda dipamerkan dan dikemas dalam bentuk adat pernikahan.

Konsep dekorasi

Rangkaian acara adat pernikahan tradisional Sunda dipamerkan secara runtut dan menarik. Serangkaian prosesi pernikahan adat Sunda yang unik dan khas terpancar pada siratan makna dan doa di setiap runtutat prosesinya. Doa dan harapan untuk pengantin dipanjatkan melalui prosesi saweran.

Pada prosesi ini kedua pengantin di-‘sawer’ dengan 7 bahan yang mewakili simbol dan doa di setiap bahannya. 7 bahan tersebut adalah nasi yang melambangkan kesejahteraan, kunyit yang melambangkan kehidupan berkecukupan, bunga yang melambangkan harapan nama kedua mempelai yang selalu harum, uang logam yang melambangkan kekayaan, sirih yang melambangkan kerukunan dan rasa saling mengerti satu sama lain, permen manis yang melambangkan kehiduan berumah tangga yang selalu manis dan harmonis serta beras yang telah direndam dalam air kunyit yang melambangkan kehidupan bahagia bersama selamanya.

Dengan segala makna yang tersirat di setiap prosesinya, pernikahan adat Sunda mengajarkan kita makna sebenarnya dalam berbagi, kasih sayang, kesabaran dan saling menghormati satu sama lain.

Pernikahan ini juga menampilkan pameran kesenian tradisional khas Sunda, yakni Tari Merak, Tari Hanoman dan Arak-arakan. Terdapat juga berbagai kuliner khas Sunda yang menemani pada undangan.

Para pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hidangan khas Sunda antara lain: empal gentong, sambal, nasi liwet teri, ikan pesmol, ayam goreng, lalapan, karedok dan bakwan jagung dilengkapi dengan renyahnya kerupuk khas Indonesia. KBRI Den Haag juga bekerja sama dengan Bankitwangi dalam mempromosikan teh Indonesia.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja berharap dengan adanya acara ini dapat mempromosikan kekayaan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Belanda dan dunia dalam rangka meningkatkan people to people contact dan hubungan kerja sama kedua negara. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia khususnya Belanda yang sejauh ini mencapai 200 ribu orang lebih setiap tahunnya dengan total perdagangan lebih dari 5 Milyar USD.

“Kami optimis, melalui promisi kebudayaan seperti ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Indonesia akan semakin populer dan dikagumi di dunia dengan kekayaan nusantara dan keragaman tradisinya,” katanya. (**/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *