Santyo Widayatmo Akan Fokus Pada Kepentingan Masyarakat

  • Whatsapp
Santyo Widayatmo

JAKARTA – Pencapaian perjuangan hidup tidak akan ada habisnya, sebagai anak bangsa yang cinta pada Negara ini sudah pasti dituntut untuk memikirkan, bagaimana dan apa yang akan dilakukan untuk kedepannya.

Demikianlah pemicu semangat Santyo Widayatmo SS.SH.MH. “Ya, saya sudah 25 Tahun berkerja memperjuangkan buat kehidupan pribadi, Alhamdulillah untuk pribadi saya dan buat diri saya sendiri, semuanya sudah tercapai. Pencapaian ini untuk ukuran diri saya sendiri sudah merupakan anugrah dari yang Maha Kuasa,” katanya, Sabtu (14/3/2020).

Sudah saatnya, kini tidak lagi berpikir buat penghidupan pribadi, dan plan kedepan akan fokus pada kepentingan masyarakat banyak.

“Kini saatnya saya mengabdi buat bangsa ini, bukan lagi untuk kebutuhan pribadi. Apa yang saya kerjakan dan perjuangkan selama 25 Tahun berkarier untuk saya pribadi saya rasa sudah cukup, saatnya kini mengabdi buat Negeri tercinta,” kata Santyo.

Menurutnya, Saat ini para kaum milenial sangat mengharapkan sentuhan untuk diarahkan ke arah yang baik sebagai pernerus bangsa ini kedepannya. Melihat kondisi negara yang rawan akan penyebaran sikap radikal mengharuskan kita untuk mengarahkan anak-anak kaum milenial ini.

“Menjadi tugas kita untuk tetap peduli pada anak-anak kita yang di sebut kaum Milenial agar tidak terjerumus oleh paham-paham yang salah atau radikal,” kata Santyo yang merupakan penggagas sebuah lembaga Pusat Kajian Pancasila di Universitas Indraprasta PGRI (PGRI) ini.

Hari penuh kebahagian Santyo Widyatmo, SS.SH.MH di Usia ke 50 Tahun pada Tanggal 13 Maret 2020 ini, membuat semangatnya lebih yakin lebih bersemangat untuk fokus mencurahkan perhatian untuk bangsa.

“Hari ini memang hari istimewa buat saya pribadi karena hari ini tepat 50 tahun lalu saya dilahirkan di Solo dan telah lebih 25 tahun berkarir di berbagai bidang dan tempat, baik di pemerintahan, swasta maupun pendidikan.

Saat ini, kataya, ia berkarir sebagai dosen di Unindra sekaligus sebagai Kepala Divisi Hukum di Unindra dan Ketua Pusat Kajian Pancasila Unindra. Ia mengucapkan
Alhamdulillah semua tujuan hidupnya sudah tercapai, setidaknya untuk ukuran dirinya.

“Tentu semua bukan karena saya punya kemampuan tetapi semua hanya atas Ijin dan Karunia Allah SWT,” katanya.

Sekarang saatnya bagi untuk menikmati hidup serta lebih banyak bekerja dan memikirkan kepentingan orang banyak, bangsa dan negara melalui bidang yang saya pahami.

“Di Bidang hukum saya akan mengoptimalkan kinerja Divisi Hukum Unindra untuk memberikan konsultasi, pendampingan dan bantuan hukum pada civitas akademika Unindra yaitu dosen, karyawan dan mahasiswa Unindra yang membutuhkan,” katanya.

Bersinergi dengan konsultan hukum SW & Associates yang saya kenal baik, bila terkait masalah hukum eksternal di luar Unindra termasuk dalam kegiatan Pusat Kajian Pancasila Unindra yang terkait pembahasan hukum, contohnya: Diskusi panel atau Focus Group Discussion (FGD) tentang Omnibus Law.

Mengoptimalkan kinerja Pusat Kajian Pancasila Unindra seperti: membumikan nilai-nilai Pancasila dan Kebangsaan di kalangan milenial dan masyarakat kecil serta masyarakat wilayah perbatasan menghidupkan lagi penataran P4 di Unindra ziarah ke makam Bapak Proklamator RI.

Diskusi panel dan Focus Group Discussion (FGD) terkait masalah-masalah bangsa Wisata Kebhinekaan dan Budaya Pementasan budaya nusantara. Semua kegiatan akan diupayakan bekerjasama dengan instansi terkait baik pemerintah maupun swasta. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *