Rayog Ponorogo Pukau Ratuan Ribu Masyarakat Davao, Filipina

oleh -749 views
Foto: Reyog Ponorogo di Filipna . (ist)

TAMPILNYA Reyog Ponorogo membuat ratusan ribu penonton festival ‘Kadayawan’ ke 31 yang digelar di kota Davao, Filipina, hari ini, Minggu (21/08/2016), cukup meriah.

Foto: Reyog Ponorogo di Filipna . (ist)
Foto: Reyog Ponorogo di Filipna . (ist)

“Saat temen-temen memainkan reyog dan melintas di jalan raya, menjadi perhatian ratusan ribu penonton yang melihat dipinggir jalan,”ucap Suparno Nojeng, salah satu dedengkot Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) yang tergabung dalam delegasi Reyog Ponorogo Indonesia (RPI).

S Nojeng mengattakan, festival Kadayawan ini digelar setiap Bulan Agustus untuk memperingati pesta panen buah dan sayur, dimana pada tahun 2016 ini pesertanya mencapai 80 yang berasal dari berbagai negara. Indonesia mendapatkan nomer urut 6.

Para seniman reyog Ponorogo yang harus tampil dengan kondisi cuaca yang cukup panas dan harus berjalan kaki sejauh 2,8 kilometer di aspal yang cukup panas pula tanpa alas kaki.

Fotto: Peserta Reyog Ponorogo di Filipina. (ist)
Fotto: Peserta Reyog Ponorogo di Filipina. (ist)

Hal ittu tidak mengendurkan semangat untuk tampil. Sebaliknya, para seniman Reygo semakin bergairah. Mereka menampilkan atraksi yang membikin penonton berdecak kagum.

Bahkan ratusan ribu penonton hingga berteriak histeris memberikan applaus disaat para seniman reyog menampilkan atraksi dadak merak tumpuk( dadak merak naik dadak merak).

“Untuk membakar penonton, kita suguhi mereka dengan atraksi dadak merak tumpuk. Ratusan ribu penontotn di pinggir jalan sampai banyak yang berteriak histeris” kata pria energik yang akrab disapa Nojeng ini.

Disebutkan pria asli Ponorogo yang sudah lama tinggal di Ibu Kota Jakarta dan sangat konsen serta memiliki komitmen tinggi atas kebudayaan Ponorogo ini, penampilan reyog ditutup dengan dinaikanya Putri Philipina yang mengenakan pakaian adat ke atas kepala dadal merak.

Tak pelak, atraksi ini membuat para penonton berdecak kagum dan kembali riuh tepukan dan teriak histeris terdengar dari ratusan ribu penonton yang berada di pinggir jalan. (ar/gr)