Produk Indonesia Curi Perhatian Pengunjung PADA Pameran Dagang Terbesar di Senegal

oleh -7 views
Promosi Agrobisnis dalam rangka Mendukung Ketahanan Ekonomi dan Sosial”, sementara tema yang diusung oleh Pavilliun KBRI Dakar yaitu “Wonderful Indonesia

DAKAR – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dakar berpartisipasi dalam pameran dagang internasional terbesar di Senegal (FIDAK), bertempat di CICES, Dakar, Senegal. Pameran yang menargetkan 400 ribu pengunjung ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan dan UMKM Senegal dan dibuka untuk umum dari tanggal 7 hingga 20 Desember 2021. Partisipasi KBRI Dakar pada pameran ini diharapkan dapat memfasilitasi para pelaku usaha Indonesia yang tertarik untuk mempromosikan produk unggulannya khususnya kepada para calon pembeli dari Senegal, negara-negara Afrika Barat dan Timur Tengah.
 
“Fasilitasi kepada perusahaan Indonesia ini diberikan mengingat besarnya peluang ekspor produk Indonesia khususnya ke Senegal dan wilayah Afrika Barat sekitar lainnya. Selain itu, partisipasi Indonesia pada FIDAK juga bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia secara lebih luas kepada masyarakat Afrika, antara lain seperti perihal keketuaan Indonesia di G20, potensi kekayaan alam dan budaya, kemajuan teknologi industri strategis hingga industri e-commerce Indonesia” ujar Dubes RI Dakar, Bapak Dindin Wahyudin.
 
Tahun ini, pameran FIDAK mengusung tema “Promosi Agrobisnis dalam rangka Mendukung Ketahanan Ekonomi dan Sosial”, sementara tema yang diusung oleh Pavilliun KBRI Dakar yaitu “Wonderful Indonesia”. Pada hari pembukaan, Menteri Perdagangan dan UMKM Senegal menyempatkan diri berkunjung ke Paviliun Indonesia dan turut menyampaikan kekagumannya atas produk-produk berteknologi tinggi yang dihasilkan oleh Indonesia. Para pengunjungpun nampak antusias untuk mengenal lebih jauh produk-produk Indonesia, terutama motor listrik GESITS, dan mesin pertanian QUICK. Selain itu, penampilan tari tradisional Indonesia pada sesi pembukaan juga turut mendapatkan sambutan meriah pada pengunjung.
 
Sejumlah produk Indonesia lainnya yang turut dipromosikan antara lain seperti pesawat terbang CN 235, bio pupuk, farmasi, makanan dan minuman olahan hingga produk UMKM seperti pakaian batik serta kuliner Indonesia. Pada hari pembukaan, tercatat transaksi pemesanan 3 (tiga) motor listrik GESITS dan pembelian produk makanan dan minuman serta obat-obatan oleh pengunjung. Selain itu, tercatat sejumlah pengusaha telah menyampaikan minatnya untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia yang berpartisipasi pada FIDAK.
 
“Dengan kualitas dan harga yang bersaing, produk Indonesia berpotensi besar untuk sukses di pasar Afrika Barat. Terlebih adanya sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman olahan Indonesia semakin memperkuat daya saing untuk pasar kawasan dengan mayoritas penduduk muslim ini”, ujar Dubes RI Dakar.
 
Meskipun terdapat sejumlah tantangan, khususnya terkait kondisi pandemi COVID-19, sejumlah perusahaan Indonesia tetap antusias berpartisipasi secara langsung pada pameran kali ini. Adapun sejumlah perusahaan Indonesia lainnya akan turut berpartisipasi secara virtual pada sesi business meeting yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember mendatang dan telah mengirimkan materi promosi serta product sample.
 
Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi secara langsung pada pameran FIDAK tahun ini antara lain PT WIMA, PT Sidomuncul Tbk, dan PT Laila Ndiaye Prima. Adapun perusahaan yang berpartisipasi secara virtual antara lain PT. Dirgantara Indonesia, PT. PINDAD, PT. WIMA, PT. Karya Hidup Sentosa, CV. Cimandala Makmur Sejahtera, PT. Bahana Selaras, PT. Rodamas Inti Internasional, PT. Mayora Indah, Afifarma, PT. Don Artha Makmur dan Tirta Ayu Spa.
 
Diharapkan melalui partisipasi pada FIDAK kali ini KBRI Dakar dapat semakin memperkenalkan kemajuan dan potensi besar Indonesia kepada masyarakat Afrika Barat, tidak hanya di bidang ekonomi, namun juga pada bidang teknologi, pendidikan, budaya hingga pariwisata. (ist)

The following two tabs change content below.