Presiden Haiti Jovenel Moïse Tewas di Rumahnya, 4 Orang Pelaku di Tembak Polisi

oleh -749 views

Presiden Haiti Jovenel Moise ditembak mati oleh orang-orang bersenjata dengan senjata kaliber berat di kediaman pribadinya pada Rabu (7/7) pukul 01.00 dini hari. Pihak berwenang menyatakan, orang-orang bersenjata itu berbicara bahasa Inggris dan Spanyol, tampaknya termasuk orang asing.

Dalam video beredar di media sosial yang tidak dapat diverifikasi, orang-orang bersenjata yang wajahnya tidak dapat dilihat terdengar berteriak bahwa mereka adalah Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA). Peringatan itu terdengar ketika mereka memasuki kediaman Moise yang dijaga sebelum semburan tembakan terdengar.

Kepala polisi Haiti mengatakan empat tersangka pembunuh Presiden Jovenel Moise telah ditembak mati oleh polisi, dan dua lainnya ditangkap ditangkap dalam baku tembak yang menegangkan. Tiga petugas disandera dan dibebaskan dalam kebuntuan, menurut kepala polisi Haiti, Leon Charles pada Rabu malam (7/7/2021) melansir New York Post.

“Kami memblokir mereka dalam perjalanan saat mereka meninggalkan TKP. Sejak itu, kami telah berjuang menghadapi mereka,” kata Charles dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. Peristiwa pembunuhan Moise Rabu pagi, yang juga melukai istrinya, dikhawatirkan membawa lebih banyak kekacauan ke negara Karibia tersebut. Haiti yang tidak stabil telah dilanda kekerasan geng, inflasi yang melonjak dan protes oleh pendukung oposisi yang menuduh Moise meningkatkan otoritarianisme.

Perdana Menteri Sementara Claude Joseph mengatakan polisi dan militer mengendalikan keamanan.

“Semua tindakan telah diambil untuk menjamin kelangsungan negara,” ungkapnya pada (Rabu 7/7/2021). Dia sekarang telah mengambil alih pemerintahan negara Karibia yang miskin tersebut, dan telah mendesak masyarakat untuk tetap tenang. Dia mengecam penembakan presiden sebagai “tindakan keji, tidak manusiawi dan barbar”. Usai pembunuhan terjadi, bandara di ibu kota Port-au-Prince ditutup sementara. Saksi mata menuturkan bahwa kondisi ibu kota cenderung sunyi dengan jalanan kosong dan tidak ada pasukan keamanan tambahan yang berpatroli.

Haiti telah meminta bantuan pemerintah AS untuk penyelidikan. Para pembunuh lain bisa saja melarikan diri melalui perbatasan darat ke Republik Dominika atau melalui laut. Bocchit Edmond, duta besar Haiti untuk AS, mengatakan serangan terhadap Moise (53 tahun) “dilakukan oleh tentara bayaran asing dan pembunuh profesional, diatur dengan baik.”

Para pemimpin di seluruh dunia mengutuk pembunuhan itu dan meminta ketenangan. “Kami siap membantu saat kami terus bekerja untuk Haiti yang aman dan terjamin,” kata Presiden AS Joe Biden, mencela pembunuhan itu sebagai tindakan keji dan menyebut situasinya mengkhawatirkan.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keterkejutan dan simpati yang mendalam atas kematian Moise menjelang pertemuan tertutup pada Kamis (8/7). Badan ini diminta oleh AS dan Meksiko untuk mengevaluasi situasi. (ima)

The following two tabs change content below.