Pranaya Yudha Desak Pemprov Perhatikan Distribusi Stok Pangan

oleh -154 views

SURABAYA – Sejumlah kegiatan pembatasan yang dilakukan pemerintah sejak munculnya wabah Covid-19 mulai dirasakan dampaknya. Khususnya di sektor perdagangan dan distribusi Bahan pangan di sejumlah kota besar di Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komis B DPRD Jatim, Pranaya Yudha Mahardhika, usai melakukan konsolidasi dengan masyarakat dan para pelaku usaha di Jawa Timur. Misalnya di Kota Surabaya dan kota-kota besar di Jatim sudah banyak pasar/supermarket dtutup/dibatasi jam operasionalnya. Bahkan ada supermarket di Surabaya bahkan untuk masuk belanja, digunakan sistem nomer urut. “Ini pertanda stok bahan pangan di Surabaya dan beberapa kota besar sudah mulai tidak normal,” ungkap Yudha, Jumat (10/4/2020).

Maka dari itu, legislatif yang akrab disapa Yudha mendesak pemprov Jawa Timur segera melakukan langkah-langkah taktis dalam mengatasi kondisi semacam ini. “Pemprov harus mengambil tindakan nyata untuk mengamankan stok bahan pangan di beberapa kota besar,” pinta politisi Partai Golkar ini serius.

Menurutnya, di sejumlah kabupaten atau beberapa sentra produsen padi sudah mulai panen. Namun tidak bisa mengirimkan hasil panennya karena beberapa kendala. Hal yang sama dengan berbagai bahan pangan seperti ikan hasil tangkapan maupun hasil budidaya, mengalami penumpukan di sentra-sentranya (over stock) dan terancam busuk. “Seperti transportasi susah, tidak ada angkutan bisa akses masuk ke kota, berkurangnya tenaga kerja pasca panen hingga masalah pengemasan,” sebutnya.

Hal ini tidak lepas dari dampak kondisi mereka semua tidak normal karena wabah covid19. Sehingga membuat kebutuhan pangan meningkat, apalagi Beberapa minggu lagi akan masuk ke bulan puasa, dan lebaran. “Kondisi akibat wabah covid19 kita tidak bisa prediksi kapan pastinya akan berakhir, Pemerintah harus mengambil langkah yang cepat, jangan sampai ditunda lagi penangannya,” ingat Ketua AMPI Jatim ini.

Disisi lain, Yudha melihat, saat ini ada dana yang disiapkan melalui BUMD maupun OPD untuk menyerap hasil pertanian maupun perikanan peternakan di berbagai daerah di Jatim. Hal itu penting segera dilakukan untuk perputaran uang di masyarakat penghasil bahan pangan. “Bahkan Sekarang ini saat yang tepat untuk optimalisasi resi gudang,” serunya. Jika tidak segera dipersiapkan dengan matang, maka risikonya bisa terjadi kelangkaan bahan pangan dan berdampak sosial lebih luas lagi,” pungkas politisi muda ini. (bd/gr)