PLN Operasikan GITET 500 kV Pemalang-Batang Extention, Kelistrikan Jawa Bali Semakin Andal

oleh -66 views
Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi PLN

BATANG – PLN terus menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mendukung penyediaan tenaga listrik bagi pelanggan. Jelang akhir tahun, PLN berhasil mengoperasikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kiloVolt (kV) Pemalang/Batang Extention yang berlokasi di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Meskipun dihadapkan dengan sejumlah tantangan, termasuk pandemi Covid-19, kami bersyukur proyek ini dapat selesai tepat waktu. Serangkaian ujicoba telah kami lakukan, dan sekarang GITET ini sudah bisa beroperasi untuk mendukung kelistrikan Jawa Bali,” tutur General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (UIP JBT II), Eko Priyantono Aviantoro.

Beroperasinya GITET 500 kV Pemalang/Batang Extention akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa – Bali, khususnya di kelistrikan jalur utara Pulau Jawa yang membentang dari GITET Tanjung Jati B sampai GITET Cibatu Baru/Deltamas. Hadirnya GITET tersebut juga diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan PLN melalui penjualan tenaga listrik sebesar Rp 911 Miliar per tahun.

BACA JUGA BOS:   Akhyar Hadiri Sosialisasi Pembangunan Percontohan Tangki Septik Kedap dan Sumur Resapan

GITET 500 kiloVolt (kV) Pemalang/Batang Extention berfungsi menyalurkan daya listrik yang dihasilkan pembangkit-pembangkit berkapasitas besar di Jawa yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang berkapasitas 2×1.000 MW dan PLTU Tanjung Jati B berkapasitas 2×1.000 MW.

Saat ini penyaluran energi listriknya dilakukan melalui sistem Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV, namun ditargetkan pada akhir tahun 2020 penyaluran juga akan melalui Saluran Udara Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Tanjung Jati-Batang serta Batang-Mandirancan.

BACA JUGA BOS:   Dorong Mamuju Bangkit, PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum

Tak hanya meningkatkan keandalan listrik, proyek pembangunan GITET 500 kV Pemalang/Batang Extention yang dimulai sejak Desember 2019 ini juga berhasil menyerap sebanyak 250 tenaga kerja.

“Dengan listrik yang semakin andal harapannya tentu dapat meningkatkan produktifitas, memacu pertumbuhan ekonomi dan yang utama dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Eko. (gardo)