Petugas Posko Perbatasan Cegah Warga Siantar di Simpang Silalahi

oleh -320 views
Warga yang dicurigai positif Covid-19

SIDIKALANG – Petugas Posko Perbatasan di bawah Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabuapten Dairi, melakukan tindakan pencegahan, mencegat sekaligus berkordinasi dengan tim medis guna melakukan penanganan medis terhadap salah seorang warga asal kota Siantar, Minggu (12/4/2020) malam sekitar pukul 21:00 WIB. Ketika itu ia hendak masuk ke wilayah Kabupaten Dairi saat melintasi Posko Terpadu Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang berada di Simpang Silalahi, Kabupaten Dairi.

Berdasarkan laporan Danramil 01/Sumbul Kapten Arm L. Situmorang, S. Sos, salah satu petugas Posko Terpadu Pencegahan Penyebaran Covid-19 Simpang Silalahi, Kabupaten Dairi pencegatan yang dilakukan pihaknya terhadap warga Jalan Parluasan, kota Pematang Siantar yang diketahui berinisial CS (25) akibat hasil pengecekan petugas posko yang hasilnya bahwa suhu tubuh warga pendatang tersebut tidak normal dengan suhu tubuh yang tinggi di angka 37, 5 derajat Celcius, disertai badan meriang dan menggigil.

Dalam pengecekan juga, bahwa warga mengeluhkan adanya gangguan medis tenggorokan yakni batuk menahun berdahak putih. Kepada petugas dan tim medis posko perbatasan terpadu, ia menyangkal kalau dirinya mengalami sesak nafas serta tidak ada gejala sakit saat menelan serta BAB (buang air besar) lancar dan tidak mengalami diare.

“Ia mengaku dirinya berangkat dari Tanjung Balai Asahan dan datang ke Kabupaten Dairi untuk keperluan bekerja dengan lokasi tujuan ke desa Huta Rakya di Kecamatan Sidikalang,” Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, dr. Edison Damanik kepada wartawan,enin (13/4/2020).

Usai melakukan pencegatan, petugas Posko Terpadu Pencegahan Penyebaran Covid-19 Simpang Silalahi kemudian berkoordinasi dengan tim medis RSUD Kabupaten Dairi untuk melakukan isolir dan penanganan medis terhadap warga kota Siantar tersebut. 

Selanjutnya, pasien dilakukan pemeriksaan darah dan pemeriksaan rontgen thorax. Hasilnya tidak ada menunjukkan bahwa pasien memiliki gejala klinis ke arah Covid-19. Pasien kemudian meminta untuk rawat jalan, dan kemudian pasien dibekali pemahaman serta edukasi kepada yang bersangkutan oleh tim medis RSUD Kabupaten Dairi untuk melakukan isolasi mandiri di rumah serta melakukan pola hidup bersih dan sehat. (martin)