Perjalanan Kapal Spirit of Majapahit Tiba di Kaohsiung, Taiwan

oleh -1,465 views
Foto ilustrasi: Kapal ekspedisi majapahit. (ist)

PERJALANAN Kapal Spirit of Majapahit yang dilepas keberangkatannya oleh Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli pada tanggal 1 Mei 2016 lalu di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, saat ini telah sampai pada persinggahan keempat di Kaohsiung, Taiwan.

Foto ilustrasi: Kapal  ekspedisi majapahit. (ist)
Foto ilustrasi: Kapal ekspedisi majapahit. (ist)

Perjalanan Kapal Spirit of Majapahit telah meninggalkan kawasan Filipina pada hari Kamis Tanggal 2 Juni 2016 dan tiba di Pelabuhan Kaohsiung City,Taiwan pada hari Senin tanggal 6 Juni 2016 Pukul 10.00 pagi waktu setempat disambut oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia untuk Taiwan (IETO) yang diwakili oleh Direktur Pariwisata dan Transportasi IETO, Agung Sepande beserta jajarannya, Sekjen Walikota Kaohsiung City Ying-Pin Lin, Kepala Bagian Pelabuhan Kaohsiung, Ditjen Imigrasi Taiwan Yang, Kuen-Jung, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI yang diwakili oleh Dr.TB.Haeru Rahayu, masyarakat kota Kaohsiung, dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Kaohsiung.

Dalam sambutannya, Agung Sepande, menyatakan bangga dengan pelayaran ini dan mengucap syukur kepada Tuhan bahwa awak kapal dapat selamat sampai Kaohsiung.

Menurutnya, dengan adanya ekspedisi ini sekaligus menunjukkan kepada dunia atas kebesaran Nusantara di masa lalu. Selain itu, pihak IETO selaku perwakilan Indonesia di Taiwan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan, khususnya pemerintah daerah Kaohsiung atas bantuan dan kerja sama yang baik. Selama menunggu keberangkatan ke Jepang (tanggal 8 Juni 2016), kapal Spirit of Majapahit terbuka untuk umum. Kapal tersebut kemudian akan melanjutkan perjalanan ke rute terakhir yakni di Jepang.

Perjalanan panjang Ekspedisi Kapal Spirit of Majapahit yang menempuh rute Jakarta-Pontianak-Brunei Darussalam-Filipina-Taiwan dan berakhir di Jepang merupakan napak tilas sejarah kejayaan pelaut Indonesia pada abad ke-13 lalu yang berhasil berlayar sampai Jepang.

Abad ke-13 merupakan masa kejayaan Kerajaan Majapahit dan sekaligus kejayaan pelaut Indonesia yang perjalanannya menempuh sampai Jepang, namun sejarah ini tidak bertahan lama karena Hayam Wuruk wafat. Dengan dasar inilah, sebagai kilas balik kejayaan pelaut kita, maka Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya telah meluncurkan Ekspedisi Spirit of Majapahit dengan tema Napak Tilas Pelayaran Majapahit yang mengambil awal perjalanan dari Pantai Marina Ancol Jakarta untuk memulai ekspedisi menuju Pontianak.

Setelah berhasil bersandar di Pontianak, Kalimantan Barat sebagai tempat persinggahan pertama pada tanggal 14-17 Mei 2016, rute selanjutnya Brunei Darussalam merupakan tempat persinggahan ke dua dalam ekspedisi ini.

Jadwal ekspedisi selanjutnya kapal melewati persinggahan ke tiga yaitu Manila-Filipina, dilanjutkan ke persinggahan ke empat Taiwan dan akan menuju Jepang melalui Okinawa serta bersandar di pelabuhan akhir di Tokyo yang diperkirakan pada akhir Juni 2016. Ekspedisi ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk kembali mencintai laut, sehingga akan mempercepat semangat nawacita mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

‎Kapal yang dinahkodai oleh Muhammad Amin Azis, dengan kru kapal antara lain Sugiyono, Syahrir, Andi Irham, Wahab, Andi Rahman, Muhammad Affan Afif Ismunandar, Najib Hasanul Arifin, dan Sumitro itu merupakan kapal replika dari masa kerajaan Majapahit di abad ke-13. Ukuran kapal yang materialnya terbuat dari kayu itu adalah panjang 20 meter dan lebar 4,5 meter.

Sebelum tiba di Taiwan, tim ekspedisi Spirit of Majapahit telah tiba di di Brunei Darussalam pada tanggal 22 Mei 2016.

Perjalanan ekspedisi Spirit of Majapahit ini banyak menyelipkan kesan. Menurut cerita salah satu mahasiswa yang ikut dalam ekspedisi ini, Najib Hasanul Arifin, selama perjalanan dari Manila menuju Taiwan, ada pengalaman unik. Selama perjalanan ombak cukup tinggi sekitar 2-3 meter selama 3,5 hari, perjalanan kali ini dinilai cukup lancar.

Ada kejadian ‘unik’ waktu kami mau masuk Luzon strait, di situ banyak persimpangan kapal dari berbagai negara,engine sempat dimatiin beberapa saat untuk menunggu giliran lewat,tiba-tiba adacbeberapa merpati yg singgah di kapal yg di kedua kakinya ada gelang besi bernomor, bahkan ada salah satu burung ikut ke Taiwan hingga berlabuh di pelabuhan Kaohsiung baru terbang pergi”, tambah Najib.

Ekspedisi Spirit of Majapahit ini salah satu implementasi langkah kongkrit untuk mendorong terciptanya Indonesia sebagai negara poros maritim dunia sekaligus membawa kembali cerita kekuatan maritim masa lalu. Ekspedisi Spirit of Majapahit ini diharapkan menjadi salah satu sarana untuk terus mempererat hubungan kebudayaan dengan negara-negara yang disinggahi.

Terpenting, seperti kata Menko Maritim Rizal Ramli pada saat melepas delegasi Ekspedisi Spirit of Majapahit awal Mei lalu, ekspedisi ini diharapkan dapat mengirimkan simbol dan pesan bahwa pemerintah Indonesia ingin rakyatnya kembali mencintai laut.

“Sudah terlalu lama kita memunggungi laut, kita lupa bahwa negara kita merupakan negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia dan sejak abad ke-13, negara kita merupakan negara maritim yang paling berpengaruh,” katanya. (rm/gr)