Pencak Silat Diakui Sebagai Warisan Budaya Indonesia di Belanda

oleh -13 views
Pencak Silat di Belanda

DEN HAAG – Dutch Center for Intangible Cultural Heritage (Kenniscentrum Immaterieel Erefgoed Nederland/KIEN) menandatangani sertifikat yang menginvetarisasi Pencak Silat sebagai intangible cultural heritage (warisan budaya takbenda) di Belanda.

Penandatanganan dilakukan di sela-sela pembukaan latihan bersama Federasi Pencak Silat Belanda (Nederlandse Pencak Silat Federatie/NPSF) di Amersfoort, Belanda, yang dihadiri oleh lebih dari 200 pesilat dari 22 perguruan di seluruh Belanda. Duta Besar (Dubes) RI untuk Belanda, Mayerfas, turut hadir dan membuka sesi latihan bersama.

KIEN adalah lembaga yang bertugas untuk menginventarisasi warisan budaya yang terdapat di Belanda sesuai dengan UNESCO Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage. Menurut Direktur KIEN, Marco van Baalen, yang menandatangani sertifikat tersebut, Pencak Silat diajukan oleh NPSF untuk diinventarisasi sebagai warisan budaya yang berada di Belanda.

BACA JUGA BOS:   Masyarakat Afrika Barat Antusias Ikuti Kelas Bahasa Indonesia KBRI Dakar

“Berdasarkan pengajuan dari komunitas (NPSF) tersebut, kami melakukan riset mengenai Pencak Silat dan mendapatkan Pencak Silat sebagai shared intangible cultural heritage di Belanda yang terkait dengan Indonesia. Selain Pencak Silat, terdapat juga 3 (tiga) warisan budaya takbenda lain yaitu gamelan jawa, restoran Chinese-Indonesian, dan Rijstafel,” jelas Marco, Senin (20/9/2021).

Dubes Mayerfas, dalam pembukaan latihan bersama menyatakan kebanggaan melihat Pencak Silat yang berasal dari Indonesia dan kaya akan nilai, tradisi, dan budaya Indonesia diajarkan secara luas di Belanda.

“Ini pertama kali saya melihat latihan pencak silat yang dihadiri lebih dari 200 orang di luar negeri. Jumlah ini baru sebagian kecil dari jumlah total pesilat di Belanda. Kita akan terus bekerja untuk mempromosikan Pencak Silat dan budaya Indonesia lainnya di Belanda,” katanya.

BACA JUGA BOS:   Masyarakat Afrika Barat Antusias Ikuti Kelas Bahasa Indonesia KBRI Dakar

Presiden NPSF, Olivier Blancquaert, menjelaskan bahwa pihaknya mengajukan pendaftaran Pencak Silat sebagai warisan budaya mengingat Pencak Silat tidak hanya sebagai olahraga tapi juga warisan budaya yang sejak dulu ada di Belanda. ‚ÄúDengan pengakuan ini, Pencak Silat dapat semakin luas dipromosikan di Belanda, dengan harapan Pencak Silat dapat diusulkan untuk menjadi bagian dari kurikulum di sekolah atau universitas di Belanda,” papar Olivier.

NPSF merupakan federasi Pencak Silat yang membawahi lebih dari 50 perguruan silat di Belanda dengan anggota lebih dari 500 pesilat. Kedutaan Besar RI (KBRI) di Den Haag telah beberapa kali bekerja sama dengan NPSF untuk mempromosikan Pencak Silat di Belanda, termasuk dengan membawa pelatih dari Indonesia untuk melatih di Belanda. (red)

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

BACA JUGA BOS:   Masyarakat Afrika Barat Antusias Ikuti Kelas Bahasa Indonesia KBRI Dakar