Pelukis Jupri Abdullah gelar Pameran Tunggal bertajuk ‘Rhythm of Freedom’

  • Whatsapp

JAKARTA – Pelukis Jupri Abdullah gelar Pameran Tunggal Jupri Abdullah bertajuk ‘Rhythm of Freedom’, di Balai Budaya Jl. Gereja Theresia, No.47, RT. 07/04, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, dari mulai tanggal 12-20 Maret 2018.

“Karya seni pada dasarnya tidak dapat dinilai dengan ukuran jumlah materi. Jadi harga lukisan (Keberkahan Ritual Parangritis) ini adalah soal apresiasi terhadap kesenangan dan kebahagiaan, bukan semata-mata uang,” kata Jupri di Balai Budaya, Jakarta, Jumat (20/3/2018) malam.

Muat Lebih

Jupri mengaku lukisan Keberkahan Ritual Parangtritis digarapnya secara khusus di Pantai Parangtritis yang berada di pesisir Selatan Kota Yogyakarta.

Dia membutuhkan waktu selama tujuh bulan untuk menyelesaikan lukisan abstrak yang menjadi salah satu andalannya dalam pameran tunggalnya kali ini.

“Kalau waktu untuk melukisnya hanya tiga hari. Tujuh bulan itu dibutuhkan untuk membuat konsep, perencanaan hingga menjadi lukisan. Tanpa melakukan persiapan yang matang, karya lukis akan terasa hambar karena tidak memiliki ‘Roso’ atau aura,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jupri Abdullah adalah pelukis asal Pasuruan kelahiran 23 Februari 1963, dan dikenal sebagai pelukis dengan karya lukisan kecil (mikro). Tercatat Jupri telah mendapatkan enam rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk karya lukisnya.

Nama Jupri Abdullah mulai akrab dengan MURI sejak 2003 yang dinobatkan sebagai sebagai pelukis kaligrafi terkecil di Indonesia berukuran 0,5 x 0,5 sentimeter. (a2d/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *