Pariwisata Sulut Butuh SDM dan Infrastruktur

oleh -1,143 views
Foto: Pelabuhan di Pulau Bunaken. (gr)

MANADO – Sumbar daya dan infrastruktur sering menjadi kendala pariwisata di Indonesia. Contohnya, pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) memiliki potensi besar dalam bidang kelautan SDM dan infrastruktur.

Demikian yang keluhan yang disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ir. Ricky Toemandoek dalam diskusi “Menggali Potensi Kelautan Nasional” bersamaan dengan press gathering pimpinan MPR dengan wartawan parlemen di Hotel Grand Luley, Manado, Jumat malam (13/4/2018).

Ricky mengungkapkam Sulut memiliki potensi pariwisata dari kelautan. Namun potensi besar pariwisata itu terkendala dengan keterbatasan pelayanan imigrasi.

BACA JUGA BOS:   Kapolres Sergai Dampingi Bupati Dalam Kunjungan Wamentan RI ke Sergai

Menurut Ricky, setiap pesawat dari Cina membawa 200 wisatawan. Tapi hanya dilayani enam orang petugas imigrasi. “Kalau ada beberapa kali penerbangan dari Cina, petugas imigrasi kita kewalahan,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Ricky, Gubernur Sulut meminta untuk membatasi wisatawan dari Cina sebelum ada penambahan petugas imigrasi.

Kendala lainnya, Ricky menyebutkan apron di Bandara Sam Ratulangi Manado selalu penuh pesawat yang parkir setiap malam. “Pesawat terpaksa harus parkir di Gorontalo,” tuturnya.

“Kita sedang merencanakan pembagunan bandara alternatif di Bitung. Landasan bisa mencapai 4.000 meter. Pembangunan bandara alternatif ini sudah ditawarkan ke pemerintah Cina,” tuturnya.

Pembicara anggota MPR Yanuar Prihatin melihat keluhan dari Kepala Bappeda Sulut menunjukkan pemerintah tidak memiliki visi wisata yang kuat. Ketika turis membludak justru dibatasi karena kekurangan petugas imigrasi.

BACA JUGA BOS:   Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ni Ketut yang Miliki Anak Penderita Polio

“Kita tidak menyiapkan diri menjadi bangsa yang unggul dalam pariwisata. Kita kehilangan visi tentang pariwisata,” katanya.

Yanuar mencontohkan Perancis setiap tahun ada sekitar 90 juta wisatawan. Indonesia hanya 9 juta wisatawan setiap tahun. Thailand bisa mendapatkan 300 triliun dari pariwisata seandainya setiap wisatawan mengeluarkan Rp 10 juta. “Kita tidak punya visi yang besar tentang pariwisata,” ucapnya. (a2k/gr)

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

BACA JUGA BOS:   Ombudsman RI: Pentingnya Regulasi Pembatasan Distribusi, Setelah Naiknya Harga BBM Subsidi