Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional ‘Menyigi Masa’

oleh -617 views

JAKARTA – Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional bertajuk ‘Menyigi Masa’ adalah sebuah program pemeran utama yang diinisiasi Galeri Nasional Indonesia (Galnas) menampilkan karya-karya koleksi negara hasil artistik para perupa Indonesia.

Tujuannya pembulikasikan karya-karya koleksi negara dan menunjukan kekayaan budaya bangsa khususnya seni rupa.

Menampilkan karya-karya pilihan koleksi Galeri Nasional Indonesia, Museum Aceh, Dewan Kesenian Jakarta, dan UP Museum Kesejarahan Jakarta.

Pamera dimula sejak 11 – 28 Oktober 2018, Pukul 10.00 – 19.00 WIB
Gedung A Galeri Nasional Indonesia, jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat.

BACA JUGA BOS:   Mesin Jahit Ibu

Pameran ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengapresiasi dan mendapatkan pengetahuan tentang karya-karya koleksi negara.

Korator pameran, Rizki A. Zaelani mengatakan, ada dua maksud penting dari pameran ini. Yakni mulai penjelajahan apresiatif yang bisa kita lakukan bersama.

BACA JUGA BOS:   Cerita Mini (Cermin), (19) 'Eksekutor Dari Tanah Melayu'

“Istilah ‘menyigi’ menjelaskan soal laku meneliri secara teliti, menerangi(sehingga menjadi jelas -red), bahkan mengorek untuk memperoleh penjelasan yang bermanfaat,” katanya saat pres tour di Galnas, Rabu (10/10/2018).

Rizki menegaskan, secara umum, karya-karya yang dipamerkan menunjukan tiga kerangka pemahaman tentang persoalan masa (waktu). “Makna waktu dalam kenangan peristiwa sejarah. Makna waktu dalam kerangka pengaman subjektif mengenai realitas san lingkungan alam maupun kejadian-jadian hidup,” katanya.

BACA JUGA BOS:   Di Tengah Pandemi Covid-19, FIKSI 2020 Lahirkan Calon Wirausahawan Muda Indonesia

Selain itu, lanjut Rizki, makna waktu dalam penciptaan karya-karya yang diilhami oelh ajaran nilai yang bersumber dari agama, mitologi da tradisi budaya.

“Pada dasarnya pameran ini hendak menyiangi makna-makna penting mengenai pengalaman hidup kita secara kolektif sebagai sebuah bangsa melalui titik-titik penting proses dan hasil penciptaan karya seni rupa dalam wawasan pemikiran. Maupun perasaan para seniman Indonesia,” katanya. (gr)