Ngamuk, Reyog Ponorogo Paling Ngetop di Embassy Festival Belanda

  • Whatsapp

DEN HAAG – Alunan musik Reyog yang terdengar mengalun kencang dan riuh serta tari-tarian dari para seniman yang terdiri dari Bujang Ganom, Jathilan, Prabu Kelana Sewandana dan 2 Barongan menjadi yang paling ngetop dan memukau para pengunjung Embassy Festival, Belanda.

Dalam hitungan beberapa detik, area di sekitar panggung Creative Arena langsung dijejali ratusan pengunjung yang berasal dari berbagai negara. Para orang tua dan anak-anak berdesak-desakan menuju garis terdepan bahkan rela memanggul putera-puteri mereka agar dapat menyaksikan pertunjukan dengan jelas.

Penonton yang berada di lingkaran paling luar tidak segan-segan untuk menaiki pot tanaman hias dan juga bangku taman agar dapat melihat dengan jelas pertunjukan tersebut.

Decak kagum terus terdengar dari para penonton yang beramai-ramai mengangkat kamera dan telepon genggam untuk mengabadikan momen langka tersebut. Seusai pertunjukan seniman Reyog memberi kejutan dengan mengangkat dua orang penonton asing, pria dan wanita secara bergantian ke atas kepala Barong.

Meskipun awalnya kaget dan takut, namun tidak berselang lama raut wajah sumringah nampak dari keduanya setelah pengalaman menakjubkan yang mereka rasakan. Para seniman meninggalkan panggung dengan iringan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Keikutsertaan Reyog Ponorogo tahun ini di Belanda merupakan hasil kerja sama apik antara KBRI Den Haag dan Kabupaten Ponorogo yang tahun ini kembali berpartisipasi dalam kegiatan Embassy Festival di kawasan boulevard, Lange Voorhout, Den Haag. Sukses besar tersebut tidak lepas dari persiapan yang panjang dan kerja keras serta pelibatan 14 seniman reyog Indonesia dan 20 orang bule Belanda beserta alat musik dan kostum yang dibawa langsung dari Ponorogo.

Panitia penyelenggara tidak melewatkan kesempatan emas ini dan memberikan 2 kali kesempatan kepada Seniman Reyog Ponorogo untuk tampil di panggung Creative Arena pada hari pertama dan kedua, serta kesempatan untuk berparade pada hari Sabtu pagi di sepanjang area Pusat Perbelanjaan paling popular di kota Den Haag (Den Haag centrum) menuju kawasan event Embassy Festival.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja menyatakan bahwa dirinya merasa senang dan bangga karena dapat kembali berpartisipasi pada kegiatan Embassy Festival tahun ini dengan mendatangkan Reyog Ponorogo.

“Event ini merupakan wadah yang tepat untuk menampilkan dan mempromosikan kekayaan budaya dan seni Indonesia ke dunia internasional karena diramaikan oleh puluhan negara di seluruh dunia,” katanya, Minggu (8/9/2019).

Wakil Duta Besar RI, Fikry Cassidy menambahkan, “Penampilan yang fantastis dan menghibur dibalut dengan aura mistis yang kental. Kami yakin Reyog Ponorogo akan selalu terkenang di hati para pengunjung dan Indonesia akan semakin mendunia dengan kekayaan budaya dan seninya.”

“Dengan kesuksesan penampilan Reyog dua hari ini, kami yakin Indonesia akan menjadi negara yang paling ditunggu penampilannya pada event-event kedepan di Belanda.”

MASAKAN NUSANTARA

Selain menampilkan Reyog Ponorogo, KBRI Den Haag juga menyajikan beragam masakan nusantara di tenda Indonesia yang berada bersebelahan dengan tenda dari negara-negara ASEAN. Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Den Haag menyambut dengan ramah para pengunjung tenda makanan Indonesia.

Selama event berlangsung, tenda Indonesia penuh sesak oleh pengunjung baik itu yang sedang duduk menyantap makanan maupun pengunjung yang sedang mengantri. Di sepanjang antrian terdengar diskusi mengenai menu apa yang akan mereka pilih.

DWP menyajikan berbagai menu andalan, antara lain: sate ayam, mie goreng, nasi goreng, telur balado, serta beraneka kudapan seperti pastel, dadar gulung, martabak telur, lumpia, lemper, kue chiffon pandan, bolu marmer, dan tidak ketinggalan es cendol.

Embassy Festival tahun ini diikuti oleh lebih dari 70 kedutaan dari berbagai belahan dunia. Setiap negara berlomba memamerkan kekhasan negara mereka. Mulai dari makanan, minuman, pakaian adat, serta kebudayaan berupa tari-tarian ataupun pertunjukan musik. Pengunjung juga dapat membeli produk dari berbagai negara yang digelar di pasar internasional tersebut.

Berdasarkan keterangan panitia penyelenggara, Embassy Festival tahun sebelumnya telah berhasil menarik pengunjung lebih dari 60.000 orang. Dalam event kali ini, meski udara terasa dingin dan langit mendung disertai gerimis, panitia memperkirakan jumlah pengunjung yang hadir lebih banyak dari tahun sebelumnya.

KBRI Den Haag berharap dengan ikut berpartisipasi dalam Embassy Festival ini dapat mempromosikan kebudayaan dan masakan nusantara ke kancah dunia.

Di samping itu, kegiatan ini juga salah satu upaya untuk terus mempererat tali persaudaraan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini ditandai dengan koordinasi intern yang terus dilakukan dengan negara Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina sebelum event berlangsung. Embassy Festival sendiri dibuka pada hari jumat 7 September 2019 pukul 17.00-20.00 dan berakhir pada hari Sabtu 8 September 2019 jam 11.00-20.00. (red/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *