Musnahnya Tradisi Tembikar Batak dan Jejak Kuno Tembikar Tamil di Pantai Timur Sumatera

  • Whatsapp
Foto: Koleksi Tembikar dari 20 provinsi kini dipajang di Museum Situs Kota KunoKota China Medan. (ist)

Penggunaan tembikar dikalangan Batak Toba ini telah lama berlangsung. Team Balai Arkeologi Medan tahun 2014 telah melakukan eskavasi di Sianjurmulamula Samosir, tempat yang menurut mitologi Batak sebagai tempat asal Si Raja Batak

MEDAN – Sekarang sudah berlangsung proses musnahnya tradisi pembuatan tembikar di kawasan Batak Toba. Menurut beberapa sumber tembikar juga pernah berperan penting sebagai peralatan hidup termasuk ritual orang Batak Toba.

Muat Lebih

Misionaris Jerman banyak merekam foto tradisi pembuatan tembikar ini. Sewaktu patik riset di pusat Arsip Misionaris Jerman Wuppertal, patik temukan beberapa foto, satu diantaranya ditampilkan dalam postingan ini. Foto ini dibuat di Sipoholon diperkirakan pada awal abad 20. Nampak dalam foto ini pembuatan tembikar dilakukan oleh perempuan yang saat difoto mengenakan baju kurung Melayu. Beberapa peralatan tembikar seperti kayu pemukul dan pelembut tanah liat juga diperlihatkan. Pada masa ini belum dikenal teknik pembuatan dengan alat pemutar.

Penggunaan tembikar dikalangan Batak Toba ini telah lama berlangsung. Team Balai Arkeologi Medan tahun 2014 telah melakukan eskavasi di Sianjurmulamula Samosir, tempat yang menurut mitologi Batak sebagai tempat asal Si Raja Batak. Di kampung Sianjurmulamula ini Team arkeolog yang dipimpin Ketut Wiradyana menemukan banyak pecahan tembikar, baik tembikar lokal maupun tembikar dari Asia Sekatan. Dalam paparannya pada seminar di Universitas Negeri Medan, tembikar tertua yang ditemulan berumur 600 an tahun yang menandakan Sianjumulamula sebagai situs sejarah yang relatif tidak terlalu tua dibanding situs lain yang berdekatan seperti Barus, Portibi ataupun Kota China.

Bentuk atau model tembikar di suatu kawasan baik yang diproduksi sendiri maupun yang didatangkan dari luar, merupakan penanda kebudayaan yang penting. Dalam satu tembikar, termasuk fragmen pecahannya, tersimpan data sejarah dan antropologi meliputi tradisi kuliner, peralatan hidup, ritual termasuk peredaran pengaruh ekonomi dan teknologi luar.

Di Situs Kota China Medan Marelan yang menyimpan data tembikar sejak 1000 tahun yang lalu, dari berbagai eskavasi sampai saat ini telah ditemukan variasi 12 jenis warna tembikar yang memperlihatkan jenis tanah, campuran olahan serta teknologi pembakaran yang berbeda, yang menunjukkan asal dari barang barang itu.

Sebagian besar tembikar berasal dari India Selatan ini, juga terdapat di situs situs lain di Pantai Timur Sumatera seperti di Situs Benteng Putri Hijau, Situs Kuala Terjun, Situs Kota Rentang dan Situs Pulau Kampai. Apakah dari pantai timur tembikar masuk ke pedalaman tanah Batak ataukah semata dari Barus, merupakan tantangan riset laboratorium. Jangan sepelekan pecahan tembikar. Sepotong pecahan tembikar menyimpan jejak sejarah yang penting yang akan diungkap juga oleh riset laboratorium di masa datang.

Riset berbasis laboratorium Geokimia yang dilakukan Prof.Daniel Perred atas tembikar tembikar temuan Barus, Portibi dan Kota China (2016) memperlihatkan alur sejarah persebaran kebudayaan yang meyakinkan. Lewat riset tembikar , pemahaman kita tentang saling pengaruh sejarah dan kebudayaan masa lalu bisa semakin dikukuhkan atau malah dikoreksi total (Ichwan Azhari/gr).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *